alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Penyewa Tennant DC Mall Batam Menjerit, Uang Sewa Jalan Terus Tapi Tak Diizinkan Buka

M Nurhadi Kamis, 05 Agustus 2021 | 14:50 WIB

Penyewa Tennant DC Mall Batam Menjerit, Uang Sewa Jalan Terus Tapi Tak Diizinkan Buka
DC Mall Batam (Ist)

"Pemberlakuan PPKM ini sangat menyiksa kami. Kami minta pemerintah leraikan masalah ini. Kami bukan mencari kaya tapi kami ingin mencari nafkah," ujar Yuna.

SuaraBatam.id - Para penyewa tenant di Diamond City (DC) Mall, Batam meminta agar Pemkot Batam melakukan revisi aturan PPKM Level 4, dan mengizinkan mall kembali beroperasi.

Salah seorang penyewa tenant pakaian muslim bernama Yuna mengaku perpanjangan PPKM semakin membuat usahanya semakin susah. Pasalnya, ia juga masih harus membayar biaya sewa.

"Pemberlakuan PPKM ini sangat menyiksa kami. Kami minta pemerintah leraikan masalah ini. Kami bukan mencari kaya tapi kami ingin mencari nafkah," ujar Yuna saat dihubungi Suara.com, Kamis (5/8/2021).

Mengenai biaya yang dimaksud, pihak pengelola ia sebut, masih memberlakukan biaya service seperti kebersihan dan keamanan.

Baca Juga: Dinar Candy Ditangkap Polisi Semalam, Kini Masih Diperiksa di Polres Jakarta Selatan

"Tutup kita tidak membayar hanya service chargenya saja yang harus kita bayar," tuturnya.

Bahkan, demi menggaji karyawan, ia terpaksa menjual rumah. "Kita sama-sama menjaga. Hal ini jangan berlarut agar kita bisa mencari nafkah," ujar Yuna.

Salah satu penyewa tenant DC Mall lain,  Zulhendra juga mengeluhkan hal yang sama. Saat ini, ia mengaku sudah kehabisan pilihan guna membayarkan gaji para karyawannya sebesar Rp 1.500.000 per bulan.

"Anak-anak yang kami pekerjakan sekarang kondisinya lagi sangat mengerikan. Kami tak bisa membiayai mereka. Padahal anak kos. Harusnya pemerintah bisa melihat cluster terbanyak itu bukan dari Mall. Kami masuk saja dicek secara ketat," kata Zulhendra.

Ia juga menyesalkam sektor lain yang sudah dibuka sementara Mall masih ditutup, ia berharap Pemkot Batam harus jeli sektor mana yang terbanyak. 

Baca Juga: Kasus Kematian Covid-19 di Kepri Meningkat Hingga 200 Persen Selama Juli 2021

"Kenapa yang ditutup mall? Kami tak ada kepastian. Sampai tanggal 9 kalau masih berlanjut pakai apa kami biayai keluarga kami? Karyawan lagi gimana. Kami sudah gadai mobil dan rumah. Kami tak persoalankan beli atau tidak. Yang penting aspirasi kami sampaikan. Tanah abang sudah buka. Kami belum, padahal disana banyak penyebaran Covid-19. Besar harapan kami bapak bisa bawa ke pemerintah keluh kesah kami ini," paparnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait