Optimisme Potensi Desa Wisata di Kepri Bangkitkan Ekonomi Warga di Tengah Wabah

"Sejalan dengan Program Kemenparekraf mendorong masyarakat berwisata di dalam negeri saat pandemi COVID-19, yaitu dengan memperbanyak destinasi salah satunya desa wisata."

M Nurhadi
Senin, 02 Agustus 2021 | 13:54 WIB
Optimisme Potensi Desa Wisata di Kepri Bangkitkan Ekonomi Warga di Tengah Wabah
Wisata mangrove di Desa Batu Limau, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. (Antara/Ogen)

SuaraBatam.id - Potensi desa wisata di Kepulauan Riau, disebut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri Buralimar sangat besar hingga mampu membangkitkan perekonomian masyarakat di tengah wabah Covid-19. Meski demikian, potensi itu masih minim perhatian dari pemerintah, masyarakat, hingga swasta.

Buralimar menyebut tidak kurang dari 100 desa wisata yang tersebar di tujuh kabupaten/kota di Provinsi Kepri dan masing-masing punya ciri khas tersendiri.

Meski begitu, ia menyebut, desa wisata yang nampak mulai berkembang baru di Kabupaten Bintan dan Kabupaten Natuna.

"Di Bintan misalnya ada Desa Wisata Engkang Anculai. Kalau di Natuna, ada Desa Wisata Mekar Jaya," kata Buralimar, Senin (2/8/2021).

Baca Juga:PPKM Level 4 Dijalankan di Kepri, Ansar: Tenaga di Kecamatan Rekaptulasi Laporan 3T

Ia menjelaskan, warga di Natuna dan Bintan sangat antusias membangun desa wisata, terlebih dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah dan pihak swasta setempat.

Tidak hanya itu, desa wisata di dua kabupaten tersebut diusulkan ikut Anugerah Desa Wisata tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

"Ini sejalan dengan Program Kemenparekraf mendorong masyarakat berwisata di dalam negeri saat pandemi COVID-19, yaitu dengan memperbanyak destinasi salah satunya desa wisata," kata Buralimar.

Ia melanjutkan, perhatian pemerintah daerah beserta pemangku kepentingan terkait amat penting dalam rangka mendorong pengembangan desa wisata.

Tidak selalu dalam bentuk anggaran atau uang, perhatian dari berbagai pihak bisa dilakukan minimal dengan membantu sistem manajerial, seperti promosi dan mengangkat potensi desa wisata melalui berbagai platform media sosial.

Baca Juga:SPP Gratis di Kepulauan Riau Telan Anggaran Rp643 Milyar

"Dinas terkait harus datang ke lokasi desa wisata, melihat langsung apa yang kurang segera difasilitasi. Jadi ada semacam perhatian dan dorongan dari pemerintah, jangan dibiarkan begitu saja," ucapnya.

Buralimar optimistis desa wisata dapat mengangkat perekonomian masyarakat desa. Masyarakat bisa menjual produk-produk mereka dengan adanya desa wisata dan pengunjung yang datang.

"Misalnya jual produk pertanian atau perkebunan dengan harga yang murah dan bersaing di pasaran," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini