alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Virus Corona Varian Delta Ditemukan di Batam, Tren Pasien Sembuh Malah Meningkat

M Nurhadi Kamis, 22 Juli 2021 | 09:39 WIB

Virus Corona Varian Delta Ditemukan di Batam, Tren Pasien Sembuh Malah Meningkat
Kerumunan yang terjadi di Pasar Tiban Center, Senin (19/7/2021) diduga bukti kurang efektifnya posko penyekatan PPKM Darurat.[Suarabatam/Nando]

"Sudah ada (varian delta di Batam)," kata Kepala Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Kelas I Batam Budi Santos

SuaraBatam.id - Virus corona varian delta kini ditemukan di Kota Batam Kepulauan Riau, berdasarkan pemeriksaan sampel masyarakat setempat oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes).

"Sudah ada (varian delta di Batam)," kata Kepala Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Kelas I Batam Budi Santosa melalui pesan aplikasi, Rabu (21/7/2021) kemarin.

Pihaknya memang secara rutin mengirim sampel pemeriksaan lanjutan kepada Balitbangkes Kementerian Kesehatan untuk mengetahui adanya varian baru COVID-19 yang beredar di wilayah kerjanya.

Dalam peta sebaran sekuens dan varian Virus SARS-CoV-2 di Indonesia, terdapat dua kasus alpha dan satu kasus delta di Provinsi Kepri.

Baca Juga: Yuk Ikuti, Asuransi Astra Gelar Webinar Seputar Pandemi COVID-19 di Indonesia

"Itu data komulatif," kata dia kepada Antara.

Meski demikian, ia tidak menjelaskan kapan pasien dengan varian delta itu dinyatakan positif COVID-19, untuk mengetahui potensi sebaran virus.

Namun, ia memastikan seluruh pasien dengan varian alpha dan delta di Kepri telah dinyatakan pulih.

"Sudah sembuh semua," kata dia.

Hingga Rabu, Satgas Penanganan COVID-19 Kota Batam Kepulauan Riau melaporkan tambahan 569 warga yang dinyatakan pulih dari COVID-19, hingga totalnya menjadi 16.759.

Baca Juga: Sumpah Jahat Banget! Tabung Oksigen Pasien COVID-19 Diisi Angin Kompressor Tambal Ban

Dengan data tersebut, penambahan warga yang pulih dalam sehari itu merupakan yang tertinggi sejak awal masa pandemi COVID-19.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait