alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Apa Dampak Fenomena Aphelion terhadap Indonesia? Begini Jawaban BMKG

M Nurhadi Selasa, 06 Juli 2021 | 16:37 WIB

Apa Dampak Fenomena Aphelion terhadap Indonesia? Begini Jawaban BMKG
Aphelion Bumi. [In the Sky]

"Pada saat itu bumi akan menyelesaikan separuh perjalanannya dalam mengelilingi matahari," kata Kaharuddin.

SuaraBatam.id - Badan Meteriologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut, fenomena Aphelion sebagai peristiwa astronomi saat posisi bumi berada pada titik terjauh dengan Matahari. Namun demikian, hal ini tidak berdampak pada bumi.

"Hal ini disebabkan karena orbit bumi tidaklah sepenuhnya melingkar sempurna, tetapi berbentuk elips. Dimana jarak bumi dan matahari bervariasi sekitar 3 persen sepanjang tahun," ujar Pengamat Meteorologi dan Geofisika, Ahli BBMKG Wilayah IV Makassar, Kaharuddin, Selasa (6/7/2021).

Ia menambahkan, tiap tahun bumi akan menyelesaikan satu gerak revolusinya dalam mengeliling matahari, karena lintasannya yang berbentuk elips (1/60) maka bumi akan berada pada jarak terdekat (Perihelion) dan terjauh (Aphelion) dari matahari.

Ia menyebut, pada tahun ini jarak terdekat bumi ke matahari terjadi pada tanggal 02 Januari 2021 yakni 147.093.163 kilometer. 

Baca Juga: Hari Ini Matahari Berada di Titik Terjauh dari Bumi

Sementara jarak terjauh bumi ke matahari akan terjadi pada tanggal 06 Juli 2021 pukul 06.27 Wita yakni pada jarak 152.100.527 kilometer.

"Pada saat itu bumi akan menyelesaikan separuh perjalanannya dalam mengelilingi matahari," kata Kaharuddin melansir Antara.

Pada keadaan Aphelion, matahari akan tampak lebih kecil di langit dibanding waktu lainnya dalam setahun, dan saat yang bersamaan bumi akan menerima radiasi paling sedikit dari Matahari.

"Fenomena Aphelion tidak berdampak signifikan terhadap bumi, ini merupakan hal yang biasa terjadi saat musim kemarau seperti sekarang ini," kata dia.

Berdasarkan LAPAN RI, Aphelion tahun ini terjadi pada 6 Juli 2021 pukul 05.27 WIB/ 06.27 WITA/07.27 WIT pada jarak 152.100.527 kilometer.

Baca Juga: Presdir BUMI Resources Saptari Hoedaja Tutup Usia Hari Ini

Secara umum, tidak ada dampak yang signifikan pada bumi. Suhu dingin ketika pagi hari yang terjadi belakangan ini dan nanti sampai dengan Agustus merupakan hal yang biasa terjadi pada musim kemarau.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait