facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pulau Tolop Batam, Ziarah Ulama Kerajaan Samudera Pasai dan Keturunan Rasulullah

M Nurhadi Kamis, 17 Juni 2021 | 09:53 WIB

Pulau Tolop Batam, Ziarah Ulama Kerajaan Samudera Pasai dan Keturunan Rasulullah
Pulau Senang yang merupakan bagian dari Pulau Tolop di sebelah utara ada makam ulama Kerajaan Samudera Pasai sekaligus keturunan Rasulullah bernama Syekh Syarif Ainun Naim atau Sunan Thulub (Ist/Wawan Creat)

Di Pulau Senang (utara P. Tolop) di sisi barat Pulau Belakang Padang ternyata terdapat sebuah makam ulama besar yang juga keturunan Rasulullah yaitu Syekh Syarif Ainun Naim.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dan didalami oleh KH. Nur Hamim, makam yang sempat dikeramatkan warga sekitar Pulau Tolop itu merupakan makam seorang wali dari masa Kerajaan Samudra Pasai bernama Syekh Syarif Ainun Naim.

Menurut cerita silsilah yang didapatkan oleh KH. Nur Hamim, syekh tersebut semasa hidupnya pernah cukup lama di Samudra Pasai, Aceh. Beliau diyakini merupakan salah satu putra dari Maulana Ishaq.

Pulau Senang yang merupakan bagian dari Pulau Tolop di sebelah utara ada makam ulama Kerajaan Samudera Pasai sekaligus keturunan Rasulullah bernama Syekh Syarif Ainun Naim atau Sunan Thulub (Ist/Wawan Creat)
Pulau Senang yang merupakan bagian dari Pulau Tolop di sebelah utara ada makam ulama Kerajaan Samudera Pasai sekaligus keturunan Rasulullah bernama Syekh Syarif Ainun Naim atau Sunan Thulub (Ist/Wawan Creat)

Maulana Ishaq sendiri apabila dirunut lebih jauh memiliki hubungan bapak anak dengan Sunan Giri di Gresik dari pernikahannya dengan Dewi Sekardadu, salah satu putri bangsawan Menak Sembuyu dari wilayah Kerajaan Blambangan atau Banyuwangi.

Secara tidak langsung Syekh Syarif Ainun Naim masih saudara satu bapak dengan Sunan Giri yang juga diberi nama Muhammad Ainul Yaqin oleh gurunya Sunan Ampel.

Baca Juga: Nasib Rupiah di Makam Sunan Giri yang Makin Terhimpit di Tengah Pandemi

Dilestarikan Jadi Destinasi Wisata Religi di Batam

Meski belum ditemukan bukti tertulis yang menyebutkan riwayat dan silsilah Syekh Syarif Ainun Naim di era Kerajaan Samudra Pasai maupun Kerajaan Malaka yang sudah memeluk Islam pada waktu itu, masyarakat sekitar Pulau Tolop diajak oleh KH. Nur Hamim untuk melestarikan makam itu sebagai bagian jejak bersejarah penyebaran Islam di Nusantara. 

Usai ekspedisi perdana KH. Nur Hamim bersama muridnya itu, selang beberapa hari dilakukan kegiatan membersihkan area makam secara bergotong royong dengan melibatkan beberapa masyarakat Belakang Padang.

Berkat inisiasi KH. Nur Hamim bersama sebagian masyarakat sekitar dari Belakang Padang secara swadaya memugar makam yang awalnya hanya berupa bangunan gubuk berukuran kecil menjadi tempat ziarah lebih layak.

Tidak lama setelahnya, dengan mengandalkan dana sumbangan dari para dermawan dan perhatian pemerintah sekitar makam itu kini dijadikan salah satu destinasi wisata religi di Belakang Padang, Batam.

Baca Juga: Napak Tilas Penyebaran Islam Nusantara di Museum Sunan Giri Gresik

Apabila Anda penasaran dan ingin berziarah, saat ini kondisi area makam Syekh Syarif Ainun Naim atau Sunan Thulub yang berada di atas bukit Pulau Anak Tolop sudah cukup bagus dan nyaman. Di sana Anda akan mendapatkan lanskap pemandangan alam yang masih asri khas kepulauan dan bisa juga melihat gedung-gedung tinggi yang berada di Singapura.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait