alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pegawai Honorer di Meranti Bertambah Ratusan Orang, BKD Klaim Tidak Ada Data Fiktif

M Nurhadi Jum'at, 11 Juni 2021 | 09:07 WIB

Pegawai Honorer di Meranti Bertambah Ratusan Orang, BKD Klaim Tidak Ada Data Fiktif
Tenaga Honorer di Meranti (Batamnews)

"Dari 4.074 itu belum termasuk honorer yang diberhentikan pasca sidak lebaran kemarin," kata Budi.

SuaraBatam.id - Pegawai honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti meningkat dari awalnya berjumlah 3.941 menjadi 4.074 orang. 

Disampaikan Plt Kabid Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Meranti, Budi Hardiantikam, angka itu diketahui setelah pendataan.

"Dari 4.074 itu belum termasuk honorer yang diberhentikan pasca sidak lebaran kemarin," kata Budi, Kamis (10/6/2021). 

Untuk diketahui, total 3.941 honorer tersebut belum termasuk tenaga ahli dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) sesudah verifikasi, terdapat penambahan.

Baca Juga: Dua Truk Tabrakan di Riau, Warga Jawa Timur Tewas Terjepit

Secara detail, Budi menyebutkan, jumlah Tenaga Ahli DPRD sebanyak 31 orang dan Tenaga Ahli Bupati 13 orang. Selanjutnya, ada pula Dokter PTT 20 orang, Bidan PTT 34 orang, Dokter Umum PTT 10 orang dan Dokter Gigi PTT 2 orang.

"Ada juga yang PTT di Pemdes yakni Pendamping BUMDes 10 dan Pendamping Dana Desa 12," sebut Budi, melansir Batamnews.

"Karena OPD yang bersangkutan belum melapor untuk jumlah tenaga ahli dan PTT, makanya ada penambahan," ujarnya lagi.

Ia menambahkan, verifikasi dilakukan dengan sejumlah tahapan, yaitu pengecekan wajah berdasarkan KTP asli, cek amprah gaji, SK hingga absensi.

Sementara itu, pada proses uji petik yang dilakukan, BKD belum menemukan tenaga honorer fiktif. Walaupun sudah banyak laporan yang masuk ke pihaknya.

Baca Juga: Tugboat Karam di Perairan Meranti, Kapten Kapal Belum Ditemukan

"Kita juga memastikan lewat wajah berdasarkan KTP mereka. Jadi tidak ada yang terlewatkan. Tenaga honorer fiktif juga tidak ketemu. Kami pun hanya pendataan, bukan audit, jadi tak berani membuktikan kalau ada tenaga honorer fiktif itu," pungkasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait