alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Viral Pria Sebut Perawatan Corona di RS Salah Kaprah, Cukup Makanan Bergizi

M Nurhadi | BBC Selasa, 04 Mei 2021 | 19:47 WIB

Viral Pria Sebut Perawatan Corona di RS Salah Kaprah, Cukup Makanan Bergizi
Biswaroop Roy Chowdhury (Youtube Anand Link)

"Obat-obatan tak akan membantu dalam menyembuhkan penyakit apapun," ujar Chowdhury.

SuaraBatam.id - Salah satu tokoh anti vaksinasi di India belakangan kian populer usai mengklaim bahwa pendekatan ilmu kedokteran terhadap pandemi sepenuhnya salah meski teori tersebut dianggap berbahaya oleh pihak berwajib.

Sosok itu adalah Biswaroop Roy Chowdhury. Laporan dari Ed Main dan Reha Kansara bahkan ia bahkan mengklaim bisa menyembuhkan Covid-19 hanya melalui makanan saja.

"Menurut saya, kebanyakan kematian bukan karena virus corona itu sendiri, tapi karena perawatannya," ujarnya dalam salah satu video yang dipublikasikan melalui situsnya.

Menurutnya, pengobatan Covid-19 yang dilakukan pemerintah saat ini adalah konspirasi yang dirancang untuk memenuhi kantong dokter dan bisnis besar.

Baca Juga: Ahli Peringatkan Risiko Mucormycosis pada Pasien Covid-19 yang Sembuh

"Obat-obatan tak akan membantu dalam menyembuhkan penyakit apapun," ujarnya kepada BBC.

"Saya benar-benar yakin bahwa manusia tak memerlukan vaksinasi sama sekali," sambung dia.

Ia juga mengklaim pola makanan yang benar tidak hanya menyembuhkan Covid-19 saja tapi juga diabetes dan AIDS. Meski demikian, ia menyebut Ilmu kedokteran tidak masuk akal. 

Ia sendiri benar-benar memanfaatkan pandemi untuk menyebarkan pesannya. Ia mengingatkan pada pengikutnya, bahwa rumah sakit meningkatkan kemungkinan kematian mereka.

Ia juga menyebut, pasien Covid yang sulit bernapas akan lebih baik duduk di depan kipas angin ketimbang menerima oksigen.

Baca Juga: Robot dengan Teknologi UV untuk Basmi Virus Corona di Pesawat Udara

Namun, tentu klaim darinya mendapatkan kritik luar biasa dari banyak pihak karena dapat memicu gelombang wabah Covid-19 yang lebih mengerikan di India.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait