alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Asrama Haji Dipersiapkan Pemkot Batam Untuk Tampung Pasien Covid-19

M Nurhadi Selasa, 20 April 2021 | 19:13 WIB

Asrama Haji Dipersiapkan Pemkot Batam Untuk Tampung Pasien Covid-19
Pekerja Migran Indonesia yang dipulangkan melalui Tanjungpinang dari Malaysia, Kamis (8/4/2021). (Foto: Adi/batamnews)

"Kami siapkan asrama haji, Rusun yang dikelola BP Batam, Rusun yang dikelola Pemkot Batam, Bapelkes, Tumenggung Abdul Jamal juga bisa difungsikan," kata Wali Kota Batam.

SuaraBatam.id - Asrama haji dan semua bangunan yang bisa difungsikan untuk mengkarantina pekerja migran Indonesia dari Malaysia dan Singapura tengah disiapkan Pemerintah Kota Batam guna memutus mata rantai penularan COVID-19.

"Kami siapkan asrama haji, Rusun yang dikelola BP Batam, Rusun yang dikelola Pemkot Batam, Bapelkes, Tumenggung Abdul Jamal juga bisa difungsikan. Kalau PMI yang datang meningkat, banyak tempat kosong bisa dipakai," kata Wali Kota Batam Kepulauan Riau Muhammad Rudi, Selasa (20/4/2021).

Ia menyebut, kapasitas sejumlah tempat karantina yang bisa disiapkan mampu menampung hingga ribuan PMI. Meski belum dapat memastikan jumlahnya, namun Rudi pastikan aturan Kemenkes mengenai kedatangan PMI harus dipatuhi.

Setiap PMI yang tiba di Batam harus menjalani tes usap COVID-19, apabila positif langsung dirawat di RSKI Pulau Galang.

Baca Juga: 6 Kuliner Khas Batam Paling Cocok Untuk Berbuka

Jika negatif, PMI tetap harus menjalani karantina selama lima hari, dan melanjutkan tes usap kedua. Saat tetap negatif, maka diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Sebaliknya, apabila positif maka harus mendapatkan perawatan terlebih dulu.

Karenanya Pemkot Batam harus menyiapkan banyak lokasi karantina bagi PMI tersebut. Pemkot juga memastikan seluruh rumah sakit siap merawat PMI.

"Rumah sakit dari awal disiapkan. Rumah sakit pemerintah dan swasta terdapat 1.570 tempat tidur, masih cukup. Itu buat yang sakit, buat yang tanpa gejala di RSKI," ujarnya.

Tidak hanya itu, Wali Kota Batam juga sudah memastikan ketersediaan reagen dan kesiapan PCR untuk memeriksakan kesehatan tiap PMI yang tiba di daerah setempat.

"Jangan sampai PMI yang pulang 1.000 orang, reagen yang tersedia 200, ujung-ujungnya dilepas (tanpa pemeriksaan). Tadi saya cek, reagen masih cukup untuk sepekan. Janji BNPB, minta berapa pun dikasih," kata Wali Kota. [Antara]

Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Kota Batam Hari Ini, Senin 19 April 2021

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait