alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Loyalis AHY Merapat ke Bandara Kualanamu, Marzuki Alie Mulai Dilabrak

Pebriansyah Ariefana Jum'at, 05 Maret 2021 | 10:29 WIB

Loyalis AHY Merapat ke Bandara Kualanamu, Marzuki Alie Mulai Dilabrak
Jansen Sitindaon di Bandara Kualanamu. (@Panca86)

Saat itu Marzuki Alie ingin ke lokasi KLB Partai Demokrat.

SuaraBatam.id - Loyalis AHY atau Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mulai merapat ke Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. Mereka pergoki Marzuki Alie yang ingin menghadiri KLB Partai Demokrat di sana.

Bahkan terlihat ada wakil sekjen Partai Demokrat Jansen Sitindaon di Bandara Kualanamu. Dia sempat adu mulut dengan Marzuki Alie.

Saat itu Marzuki Alie ingin ke lokasi KLB Partai Demokrat.

Politisi Demokrat Cipta Panca Laksana membagikan foto Jansen Sitindaon membelakangi Marzuki Alie.

Baca Juga: Setia Pada AHY, Kader Demokrat Jatim Tegaskan Tak Terlibat KLB Deli Serdang

"Kawan @jansen_jsp dkk sudah berada di Kualanamu. Di belakangnya Marzuki Alie. Semoga sehat selalu lae Jansen. Kalau terjadi bentrok dan negara membiarkan, hancur sudah Demokrasi kita. Jokowi ke mana aja?" tulis Cipta Panca Laksana dalam akun Twitternya, @Panca86, Jumat (5/3/2021).

Bahkan Panca sempat menyebar video Marzuki Alie adu mulut dengan Jansen.

"Sempat terjadi adu mulut antara @jansen_jsp dan Marzuki Alie di bandara Kualanamu. Lawan terus pengkhianat partai #sayadukungAHY," tulis Panca.

Video itu singkat, hanya 11 detik. Tampak Marzuki Alie pakai pakaian serba hitam mengeluarkan nada tinggi.

"Nggak pernah! Orang ini kan mendukung saya," kata Marzuki Alie.

Baca Juga: Mau ke KLB Partai Demokrat, Marzuki Alie Adu Mulut dengan Loyalis AHY

Namun tak jelas apa yang mereka bicarakan.

Kembalikan kejayaan partai

Politisi senior Partai Demokrat (PD) Amiruddin mendukung digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB). Alasannya, untuk memperbaiki dan mengembalikan kejayaan partai.

"Pada prinsipnya kongres itu (KLB) harus, dan demi kebaikan partai saya harus mengatakan demikian. Tapi kalau tentang Moeldoko yang datang, saya enggak tahu," kata Amiruddin, Jumat (5/4/2021).

Amiruddin mendukung KLB merupakan sikap pribadi sebagai kader dan tidak ada kaitannya dengan aktor yang menginisiasi terselenggaranya kongres luar biasa di sebuah hotel di Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang.

"Saya setuju, demi perbaikan partai Demokrat ke depan. Kita ingin mengembalikan partai ini kembali berjaya seperti yang dicapai kader-kader terdahulu," kata mantan Ketua DPRD Kota Medan ini.

Ia berharap, dengan digelarnya kongres luar biasa dapat mengembalikan kepercayaan publik. Amiruddin mengaku, saat ini kepercayaan publik merosot tajam, terbukti dari perolehan suara Demokrat dalam dua perhelatan pemilihan legislatif (Pileg).

Dari dua kali pemilihan Pileg, yakni 2014 dan 2019, hasil perolehan suara Demokrat merosot tajam. Sehingga, dengan dilakukannya KLB terjadi perubahan di tubuh partai dan partai kembali berjaya.

"Jadi kita berharap akan ada perubahan-perubahan di partai Demokrat," ungkapnya.

KLB Keinginan Kader untuk Membangun Partai

Saat disinggung kongres luar biasa dituding sebagai ajang 'penggulingan' terhadap kepemimpinan AHY, Amiruddin justru mengatakan KLB menjadi keinginan kader dan senior di partai untuk membangun Demokrat.

Kata Amiruddin, seluruh kader harus hadir untuk bersatu memajukan partai sesuai AD/ART yang berlaku.

"Ini adalah kebutuhan senior-senior partai, kebutuhan publik. Karena sejak 2014 sampai 2019 Demokrat ini terjun bebas. Ini lah saatnya membangun partai, karena banyak juga kader-kader yang kecewa dengan kondisi yang terjadi," bebernya.

Merosotnya pamor Demokrat di dua pileg yang lalu menjadi indikasi ada persoalan dalam internal DPP dan pada kepemimpinan AHY.

Oleh sebab itu, kader menginginkan partai terbuka dan tidak dikuasai oleh keluarga di Demokrat.

Selama ini banyak kader tidak banyak bicara hanya mengadukan kondisi yang ada kepada senior-senior, sehingga digagas Kongres Luar Biasa (KLB).

"Kita ingin partai ini terbuka, bukan dikuasai oleh satu keluarga bukan keluarga besar Demokrat. Kita tidak ingin partai dikuasai oleh anak muda yang belum berpengalaman," pungkasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait