Ciuman Bisa Meningkatkan Imunitas Tubuh

Dijamin kamu bakal jarang sakit kalau sering ciuman!

Iwan Supriyatna
Selasa, 19 Januari 2021 | 07:11 WIB
Ciuman Bisa Meningkatkan Imunitas Tubuh
Ilustrasi pasangan berciuman.

Ciuman dapat mengurangi stres

Dalam studi tahun 2009 yang dilaporkan di Western Journal of Communication, pertukaran kasih sayang secara fisik, termasuk ciuman, akan melindungi individu dari efek fisiologis stres. Para peneliti menemukan bahwa mengungkapkan kasih sayang, di mana ciuman adalah contoh utama, secara langsung berkaitan dengan penurunan hormon stres kortisol sepanjang hari.

Karena ciuman dapat mengurangi stres, maka itu akan membantu menurunkan kolesterol dalam tubuh

Dalam penelitian yang sama seperti sebelumnya, para peneliti berteori bahwa jika perilaku kasih sayang dapat mengurangi stres, maka masuk akal untuk memprediksi bahwa hal itu juga akan mempengaruhi perbaikan parameter fisiologis yang diperburuk oleh stres. Misalnya kolesterol.

Baca Juga:Mengejutkan! Nikita Mirzani Sering Ciuman dengan Cewek

Kolesterol memiliki sejumlah fungsi fisiologis esensial, termasuk menjaga fluiditas membran, memproduksi empedu, dan berkontribusi pada metabolisme vitamin yang larut dalam lemak. Kolesterol juga bertanggung jawab untuk produksi hormon steroid seperti kortisol, aldosteron, progesteron, estrogen, dan testosteron.

Ciuman mengurangi gejala alergi

Respon alergi bisa diperburuk oleh stres. Karena berciuman mengurangi stres dengan mengirimkan hormon perasaan-baik ke otak, serta mengurangi kortisol, sebuah penelitian di Jepang tahun 2003 pun mengeksplorasi hubungan antara aktivitas menurunkan stres dari berciuman dengan reaksi alergi.

Sembilan puluh peserta secara merata dibagi menjadi tiga kelompok: 30 dengan dermatitis atopik, 30 dengan rinitis alergi, dan 30 pada kelompok kontrol. Dalam studi tersebut, subjek yang disebut peneliti sebagai "tidak biasa berciuman," berciuman selama 30 menit dengan pasangannya di ruang pribadi sambil mendengarkan musik lembut.

Mereka menemukan bahwa di akhir sesi berciuman, para peserta mengalami penyembuhan yang signifikan dari bintik-bintik kulit (gatal-gatal) dan tingkat neurotropin plasma (tanda reaksi alergi) yang terkait dengan serbuk sari cedar Jepang dan tungau debu rumah. Pada 2015, studi ini bahkan memenangkan hadiah Nobel.

Baca Juga:Terekam Kamera Zoom, Sejoli Ciuman saat Ikuti Kelas Online

Ciuman dapat meningkatkan kekebalan tubuh

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Lifestyle

Terkini