Deretan Teori Konspirasi Vaksin Covid-19, Apa Saja?

Para ahli telah mengecam teori-teori konspirasi ini.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Sabtu, 05 Desember 2020 | 21:18 WIB
Deretan Teori Konspirasi Vaksin Covid-19, Apa Saja?
Vaksin Pfizer. (Anadolu Agency/Tayfun Coşkun)

"Puluhan triliun rupiah investasi telah mengalir ke uji coba, mempercepat proses pendanaan yang biasanya melelahkan. tetapi standar umum untuk keamanan dan kemanjuran tidak berubah," sambungnya.

3. Sukarelawan uji coba pertama meninggal

Artikel palsu mulai beredar di media sosial pada bulan April dan mengklaim bahwa ahli mikrobiologi Elisa Granato, yang mengambil bagian dalam uji coba Universitas Oxford, meninggal karena komplikasi setelah disuntik dengan vaksin.

Namun, nyatanya dokter tersebut mengonfirmasi bahwa dirinya masih hidup dan baik-baik saja.

Baca Juga:Dianggap Sebarkan Teori Konspirasi Covid-19, Film Ini Banjir Kecaman

Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

4. Vaksin adalah wajib

Ini adalah sesuatu yang menurut Profesor Sikora tidak akan pernah terjadi.

Undang-undang Kesehatan Masyarakat (Pengendalian Penyakit) 1948 memberi pemerintah kekuasaan untuk mencegah, mengendalikan, dan mengurangi penyebaran infeksi atau kontaminasi.

Tetapi undang-undang secara eksplisit mengatakan pihak berwenang tidak dapat memaksa seseorang untuk melakukan perawatan medis, termasuk vaksin.

Namun, ini akan menyulitkan seseorang apabila ingin bepergian ke negara lain. Sebab, orang perlu sertifikat vaksin untuk bepergian, lanjut Sikora.

Baca Juga:Bill Gates, Sosok Jenius di Balik Microsoft yang Dibayangi Teori Konspirasi

5. Vaksin mengandung microchip

Konspirasi ini selalu berkaitan dengan pendiri Microsoft, Bill Gates. Orang-orang percaya bahwa alasan yayasan besarnya, Bill And Melinda Gates Foundation, mendanai penelitian untuk vaksin Covid-19 adalah karena mereka ingin menguasai dunia.

Namun, hal itu tidak pernah terjadi. Mereka tidak bereksperimen pada manusia dan tidak menyertakan tekonologi perangkat keras apa pun, termasuk microchip.

"Microchip harus sangat kecil sehingga tidak akan berfungsi. Itu tidak mungkin," bantah Pennington.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini