facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pembunuhan Keji Bintang Porno Terungkap, Mayat Korban Dikubur Asal-asalan

Pebriansyah Ariefana | Arief Apriadi Senin, 31 Agustus 2020 | 15:12 WIB

Pembunuhan Keji Bintang Porno Terungkap, Mayat Korban Dikubur Asal-asalan
Bintang film porno, Aubrey Gold. [Houston County Jail via New York Post]

Perempuan 23 tahun yang memiliki nama asli Lauren Wambles ini didakwa sebagai pelaku pembunuhan atas Raul Guillen (51).

SuaraBatam.id - Aubrey Gold menjadi otak pembunuhan keji di Florida, Amerika Serikat. Bintang porno itu manjadi dalang pembunuhan tersebut. 

Aubrey Gold ditangkap setelah didakwa terlibat atas pembunuhan seorang pria yang ditemukan terkubur di kuburan dangkal di Florida pekan lalu.

Perempuan 23 tahun yang memiliki nama asli Lauren Wambles ini didakwa sebagai pelaku pembunuhan atas Raul Guillen (51) sebagaimana dilaporkan WTVY.

Mayat Guillen, yang hilang sejak awal Juli, ditemukan Selasa di sebuah jalan raya di kota Graceville, Florida. Saat masih hidup, Guillen terakhir diketahui berada di rumah Graceville milik Jeremie Peters (43) yang tengah bersama Gold dan pacarnya, William Parker (35).

Baca Juga: Nasib Terberat Suami Saat Istri Hamil, Ngidam Mau Naik Kereta Pertamina

Selain Aubrey Gold, dua pria itu turut didakwa atas pembunuhan Raul Guillen. Penyelidik menemukan bukti bahwa korban dibunuh di rumah tersebut.

Peters didakwa atas kesediaannya membantu aksi pembunuhan, sementara Parker menghadapi tuduhan sebagai pelaku utama bersama Gold.

Menurut Sheriff County Holmes John Tate,  Aubrey Gold diyakini telah mengatur pembunuhan berencana terebut.

Kasus pembunuhan dan penguburan mayat itu berhasil dipecahkan polisi setelah melibatkan bantuan anjing pelacak.

Hewan-hewan itu membawa mereka ke sebuah situs kuburan, di mana Departemen Penegakan Hukum Florida menggali mayat tersebut.

Baca Juga: Polisi Makassar Diminta Usut Kematian Anjas Jadi Korban Salah Tembak

Menurut laporan Knewz, bintang porno yang aktif dalam industri film dewasa pada periode 2015-2018 itu sebelumnya telah memiliki catatan kejahatan.

Baca Juga

Berita Terkait