facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Klarifikasi Video Viral Jemput Paksa Warga Pengusap Air Liur Jenazah Corona

M Nurhadi Selasa, 25 Agustus 2020 | 15:34 WIB

Klarifikasi Video Viral Jemput Paksa Warga Pengusap Air Liur Jenazah Corona
Tangkapan layar video penjemputan remaja yang menjadi kontak erat jenazah pasien Covid-19 di Batam. (Ist)

Banyak yang tidak tahu cerita keseluruhannya, dikira kami tim gugus tugas brutal, ujar Didi.

SuaraBatam.id - Sebuah video diduga penjemputan remaja perempuan oleh sekelompok petugas mengenakan APD lengkap viral di media sosial. Peristiwa yang diduga pula terjadi di Batam, Kepulauan Riau tersebut berkaitan dengan kasus virus corona.

Menanggapi video yang viral tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi turut memberikan klarifikasi. Menurutnya, video tersebut hanya separuh sehingga tidak menunjukkan kejadian secara keseluruhan.

“Banyak yang tidak tahu cerita keseluruhannya, dikira kami tim gugus tugas brutal,” ujar Didi, Selasa (25/8/2020). 

Meski begitu, Didi membenarkan adanya penjemputan paksa terhadap seorang remaja putri beserta ibunya di Batam. Ia menambahkan, sang ibu merupakan warga Batam yang sebelumnya dalam pencarian karena mengusap air liur jenazah positif COVID-19.

Baca Juga: Puluhan Anggota Polres Kota Pariaman Positif COVID-19, Layanan Tetap Jalan

“Awalnya sudah ada ibunya yang masuk ke ambulans, baru anak perempuannya, tapi yang terlihat hanya anak perempuannya tersebut dalam video itu,” kata dia., melansir Batamnews.co.id (jaringan Suara.com).

Ibu berinisial HS tersebut sudah dalam pencarian  sejak Kamis (23/8/2020), usai perbuatannya di rumah duka YHG, pasien Covid-19 yang telah meninggal dunia viral. Namun, saat didatangi, HS diduga kabur sehingga tidak turut dievakuasi bersama 23 orang lainnya.

kemudian pada Senin (24/8/2020), HS beserta anak perempuannya diketahui berada di salah satu klinik swasta di Batam. Tidak membutuhkan waktu yang lama, gugus tugas segera mendatangi keduanya untuk diperiksa.

Lebih lanjut, Didi menyebut, langkah penjemputan paksa ini bertujuan melindungi masyarakat Batam agar tidak tertular Covid-19. HS maupun anak perempuannya memiliki kontak erat dengan YHG, pasien positif Covid-19.

“Saat ini mereka sudah berada di RSKI Galang, beserta anak HS yang paling kecil sudah di sana juga,” pungkas Didi.

Baca Juga: Langgar Aturan, Satpol PP Kota Denpasar Copot Puluhan Baliho dan Spanduk

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait