- Ribuan warga di Kepulauan Riau terjangkit ISPA akibat kabut asap karhutla yang semakin pekat.
- Kanwil Kemenag Kepri mengalihkan pembelajaran tatap muka menjadi sistem daring demi kesehatan siswa sejak Senin (14/9/2026).
- Dinas Kesehatan Batam mencatat lonjakan kasus ISPA signifikan dan mewajibkan Puskesmas mengirimkan laporan harian.
SuaraBatam.id - Ribuan warga di Kepulauan Riau (Kepri) terjangkit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Asap yang kian pekat juga mengganggu proses belajar mengajar di sekolah atau madrasah.
Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kepri menginstruksikan madrasah untuk mengalihkan pembelajaran tatap muka menjadi sistem dalam jaringan (daring) atau belajar dari rumah.
"Ya, kami sejalan dan mengikuti kebijakan serta maklumat dari pemerintah daerah terkait sistem pembelajaran dari rumah. Keselamatan dan kesehatan anak-anak kita di madrasah adalah prioritas utama di tengah kondisi kabut asap saat ini," kata Kepala Kanwil Kemenag Kepri, Zostafia dikutip dari Batamnews--jaringan Suara.com, Senin (14/9/2026) malam.
Dia menegaskan bahwa kebijakan itu diambil agar selaras dengan maklumat Pemrpov Kepri.
Kebijakan ini sekaligus merevisi arahan awal Kemenag Kota Batam yang pada Senin siang masih menjalankan pembelajaran tatap muka dan hanya meminta siswa menggunakan masker.
Zostafia menyampaikan, ancaman kesehatan akibat memburuknya kualitas udara menjadi pertimbangan utama demi melindungi keselamatan siswa, guru, dan tenaga kependidikan.
Meski beralih ke sistem daring, dia mengimbau pihak madrasah untuk tetap memberikan materi dan tugas secara terstruktur.
Zostafia juga mengimbau para orang tua agar mengawasi anak-anak dan memastikan mereka mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Kebijakan belajar ini akan terus dievaluasi mengikuti perkembangan cuaca, jarak pandang, dan kualitas udara.
Langkah penghentian aktivitas luar ruangan ini sangat beralasan. Pasalnya, angka ISPA di wilayah Batam terus melonjak.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Batam, Meldasari mengungkapkan bahwa seluruh Puskesmas kini diwajibkan mengirimkan laporan kasus ISPA harian.
Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk memantau Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU).
Data Dinas Kesehatan Batam menunjukkan tren peningkatan yang signifikan setiap bulannya. Pada Juli lalu, tercatat 6.061 kasus ISPA di Batam, atau rata-rata sekitar 1.515 kasus per pekan.
Angka itu melonjak pada Agustus menjadi 7.245 kasus, dengan rata-rata 1.811 kasus per pekan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Linggis Ditangkap Terkait Bentrokan Berdarah Tewaskan 2 Orang di Batam
-
Ribuan Warga di Kepri Terjangkit ISPA, Madrasah Belajar dari Rumah Akibat Kabut Asap
-
Kronologi Konflik Lahan Berujung Maut di Setokok Batam, Dua Orang Tewas
-
Indonesia Sports Industry of the Year 2026 untuk BRI, Komitmen Majukan Olahraga Indonesia
-
Pemkot Batam Gelar Pasar Murah 15-17 September, Catat Lokasinya!