- Seorang karyawati Hotel Four Points bernama Dw dianiaya orang tak dikenal saat pulang kerja di Bintan, Selasa (16/6/2026).
- Pelaku menendang korban hingga jatuh dan memukulinya dengan sepatu hingga tidak sadarkan diri di kawasan Ekang, Teluk Sebong.
- Korban mengalami luka parah di wajah serta kepala, sehingga harus menjalani operasi medis di Rumah Sakit Angkatan Laut.
SuaraBatam.id - Seorang karyawati Hotel Four Points by Sheraton Lagoi berinisial Dw (24) diduga dianiaya di kawasan Ekang, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan.
Korban mengalami luka serius di bagian wajah dan kepala akibat penganiayaan brutal saat dalam perjalanan pulang kerja pada Selasa (16/6/2026) dini hari.
Kapolsek Bintan Utara AKP Jul Ilham menjelaskan, korban merupakan warga Kampung Belak, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan.
Di tengah perjalanan, korban merasa diikuti oleh seorang pengendara sepeda motor. Sesampainya di kawasan Ekang, korban kemudian diserang.
"Tendangan pertama tidak membuat korban jatuh, lalu pelaku menendang korban lagi," ujar Kapolsek Bintan Utara AKP Jul Ilham dikutip dari Batamnews--jaringan Suara.com.
Tendangan kedua membuat korban terjatuh ke badan jalan, sementara sepeda motor yang dikendarainya masuk ke semak-semak di pinggir jalan.
Saat korban terjatuh, pelaku kembali melakukan penganiayaan dengan menggunakan sepatu hingga korban tidak sadarkan diri.
Setelah siuman, korban berusaha mencari pertolongan dengan berjalan kaki menuju rumah kerabat terdekat.
Meski mengalami luka parah di wajah dan kepala, korban tetap berjalan sekitar satu kilometer.
"Dia jalan lalu berhenti, jalan lagi sejauh kurang lebih satu kilo hingga sampai di rumah kerabatnya," kata Jul.
Sekitar pukul 03.00 WIB, korban tiba di rumah kerabatnya dan langsung dibawa ke RSJKO Engku Haji Daud (EHD) Tanjunguban untuk mendapatkan pertolongan medis.
Selanjutnya, korban dirujuk ke RSAL Tanjungpinang untuk menjalani penanganan lanjutan.
"Korban harus menjalani operasi karena luka di bagian wajah dan belakang kepalanya," ujarnya.
Polisi hingga kini masih memastikan motif pelaku masih didalami, sekaligus membantah adanya dugaan hubungan khusus antara korban dan pelaku.
Sedangkan, ciri yang masih diingat korban hanya sepatu yang dikenakan pelaku saat melakukan penganiayaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Listrik Padam Ganggu Rapat Pemkot Batam, Layanan Online Lumpuh-Jalanan Macet
-
Blackout Batam, Sinyal Internet Ikut Lenyap di Tanjungpinang dan Bintan
-
Pemadaman Listrik Massal, Warga Batam Serbu Mal demi Cas HP dan Dapat Sinyal
-
21 Orang Positif Narkoba Terjaring Razia Polda Kepri di Batam
-
Dukung MotoGP Mandalika 2026, BRI Gerakkan 500 Relawan untuk Kelola Sampah