- Pedagang pusat kuliner Tiban Center Batam menyayangkan ulah jukir nakal.
- Pengunjung dan pedagang justru dibuat resah oleh ulah oknum jukir dari ormas.
- Banyak usaha akhirnya memilih tutup karena suasana menjadi tidak nyaman.
SuaraBatam.id - Kehadiran oknum juru parkir (jukir) yang diduga mengatasnamakan organisasi kemasyarakatan (ormas) di pusat kuliner Tiban Center Kota Batam memicu polemik.
Bukannya kenyamanan yang didapat, pengunjung dan pedagang justru dibuat resah oleh ulah oknum jukir yang nekat menarik retribusi di kawasan yang seharusnya sudah bebas parkir.
Mereka tetap muncul secara tiba-tiba untuk menagih uang kepada pengunjung, meski kawasan tersebut sudah resmi ditetapkan sebagai area Parkir Mandiri tanpa dasar hukum penagihan yang jelas.
Pak Toto, salah satu pedagang di lokasi, menyebut praktik ini sudah sangat mengganggu dan menjurus ke arah premanisme.
"Masalahnya begini, parkir di center kuliner ini dulunya memang sudah mandiri. Sempat dikelola sementara, tapi sekarang mereka tidak mau pergi. Bahkan yang hanya duduk di motor sebentar saja langsung ditagih. Mobil ditagih tanpa ampun," ungkapnya kepada Batamnews.co.id--jaringan Suara.com.
Pak Toto menyayangkan sikap para juru parkir yang masih memaksa melakukan penagihan meski status pengelolaan sudah dikembalikan ke masyarakat.
Dampaknya tidak main-main. Roda ekonomi pedagang di Tiban Center kini mulai tercekik. Pengunjung yang merasa tidak nyaman memilih untuk tidak datang lagi, bahkan beberapa pedagang terpaksa gulung tikar.
"Pemilik warung resah karena pengunjung takut kemari. Banyak yang akhirnya memilih tutup karena suasana menjadi tidak nyaman akibat pemaksaan ini," sebutnya.
Dalam rapat pada Sabtu (4/4/2026), yang dihadiri Danramil, Kapolsek, Sekretaris Lurah, hingga perwakilan Dinas Perhubungan (Dishub), diputuskan Tiban Center adalah kawasan Parkir Mandiri.
Keputusan ini diperkuat oleh surat resmi Dishub tertanggal 9 Maret 2026 yang menyatakan tidak boleh ada lagi juru parkir yang beroperasi di sana.
Ketua RW setempat, Nurkamisah, menegaskan bahwa perubahan status kembali ke Parkir Mandiri adalah murni aspirasi warga demi menyelamatkan kawasan kuliner tersebut dari sepi pengunjung.
"Awalnya memang parkir mandiri, tapi sempat dicoba pakai jukir. Namun atas permintaan warga karena sudah mulai sepi, kami kembalikan ke parkir mandiri sesuai ketetapan Dishub," jelas Nurkamisah.
Sayangnya, meski surat penonaktifan jukir sudah diterbitkan sejak Maret lalu, aturan tersebut seolah hanya dianggap angin lalu oleh para oknum di lapangan.
Hingga saat ini, laporan mengenai praktik pungli masih terus bermunculan. Warga dan para pelaku usaha di Tiban Center kini mendesak ketegasan dari pihak berwenang.
Mereka berharap ada pengawasan rutin dan tindakan nyata di lapangan agar praktik pungli ini benar-benar hilang, sehingga kenyamanan pusat kuliner kebanggaan warga Tiban Indah itu bisa kembali pulih.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
BRI Peduli Latih 500 Volunteer Jelang MotoGP Mandalika 2026, Dorong Lingkungan Berkelanjutan
-
BRI Perkuat Tata Kelola Dengan Budaya Integritas dan Antikorupsi
-
Rekam Jejak Mayjen TNI Rionardo, Panglima Pertama Kodam XXV Kepri
-
Batam Dikepung Kabut Asap, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Karhutla di Kepri
-
Jabat Kabareskrim Polri, Kapolda Kepri Asep Safrudin Naik Pangkat Jadi Komjen