- Kelangkaan BBM jenis Pertalite terjadi wilayah Kabupaten Lingga.
- Pemilik kios BBM belum bisa memastikan kapan akan kembali normal.
- Sementara Pertamina menyebut Kabupaten Lingga dalam posisi aman.
SuaraBatam.id - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite terjadi di wilayah Kabupaten Lingga hingga hari ini, Senin (6/4/2026).
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa kios-kios BBM di Kecamatan Lingga masih tutup rapat. Bahkan, di beberapa kios terpampang tulis "maaf bensin habis".
Salah seorang pemilik kios BBM di Daik mengaku belum bisa memastikan kapan pasokan akan kembali normal.
"Kemungkinan tanggal 7 baru sampai Daik," katanya kepada Batamnews.co.id--jaringan Suara.com, Minggu (5/4/2026) malam.
Pertamina klarifikasi
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw buka suara.
Dia menyampaikan bahwa stok BBM untuk Kabupaten Lingga sebenarnya dalam posisi aman, baik secara nasional maupun regional.
Fahrougi menegaskan, tidak ada kebijakan pemotongan alokasi untuk Lingga. Kosongnya tangki-tangki di SPBU saat ini murni karena kendala teknis dalam proses distribusi.
"Kondisi di lapangan merupakan bagian dari dinamika operasional distribusi, khususnya terkait penyesuaian jadwal pengiriman ke wilayah tersebut. Penyesuaian waktu kedatangan pasokan menyebabkan penyaluran berlangsung secara bertahap," jelas Fahrougi.
Kabar baiknya, Pertamina mengonfirmasi bahwa armada pengangkut BBM sedang dalam perjalanan menuju Lingga dari Integrated Terminal (IT) Tanjung Uban.
Jika cuaca mendukung dan tidak ada kendala teknis di laut, pasokan dijadwalkan segera menyentuh dermaga.
Total suplai yang sedang dikirimkan tidak main-main, meliputi 200 Kiloliter (KL) Biosolar dan 120 Kiloliter (KL) Pertalite.
"Setelah tiba, pasokan tersebut akan langsung didistribusikan ke SPBU setempat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," imbuh Fahrougi.
Pertamina kini tengah berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Daerah agar distribusi energi di Lingga kembali normal secepat mungkin.
Namun, kerja sama masyarakat juga sangat dibutuhkan. Warga diimbau untuk tetap tenang dan tidak terjebak dalam aksi pembelian berlebihan atau panic buying yang justru akan memperburuk situasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Blackout di Kawasan Industri Batamindo: Aktivitas Lumpuh, Karyawan Libur Massal
-
Isu Data SPMB Bocor, Pemkot Batam Minta Orangtua Tak Panik: Pendaftaran Aman
-
Data SPMB Batam Diduga Bocor, Peneliti Anonymous Sudah Ingatkan Jauh Hari
-
Dana Rp12 Miliar untuk Menata Taman Gurindam 12 Tanjungpinang
-
Viral Data SPMB Batam Diduga Bocor, 1.495 Dokumen Pribadi Tersebar