Eko Faizin
Minggu, 15 Maret 2026 | 21:03 WIB
Ilustrasi serangan Iran ke Israel. [Channel 14]
Baca 10 detik
  • Media sosial diramaikan dengan narasi Kantor Benjamin Netanyahu diserang roket.
  • Pada video unggahan itu, memperlihatkan puluhan roket menghantam bangunan.
  • Setelah ditelusuri, kemungkinan besar merupakan konten yang dihasilkan oleh AI.

SuaraBatam.id - Media sosial diramaikan dengan narasi yang menampilkan puluhan roket yang diklaim menghantam kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Dalam unggahan video Facebook memperlihatkan puluhan roket menghantam kantor Netanyahu. Terlihat sejumlah roket meluncur menuju sebuah kawasan bangunan yang disebut sebagai kantor Netanyahu.

Narasi dalam unggahan itu menyatakan bahwa kantor Perdana Menteri Israel menjadi sasaran puluhan roket dalam serangan terbaru di Israel.

Adapun narasi yang disampaikan dalam unggahan sebagai berikut:

"Puluhan roken hantam kantor PM Netanyahu

Semoga Iran menang, Amin"

Lantas, benarkah video menunjukkan puluhan roket Iran menghantam kantor Netanyahu?

PENJELASAN:

Dari penelusuran yang dilakukan, tidak ditemukan bukti maupun informasi kredibel yang membenarkan klaim bahwa video ini menampilkan serangan Iran ke kantor Perdana Menteri Israel.

Pemeriksaan menggunakan alat deteksi AI Hive Moderation menunjukkan bahwa unggahan video tersebut memiliki kemungkinan sebesar 99,9 persen sebagai konten yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI).

Selain itu, tidak ditemukan laporan dari media internasional kredibel yang menyebutkan adanya peristiwa puluhan roket yang menghantam kantor Netanyahu seperti yang diklaim dalam unggahan tersebut.

Sebelumnya, memang terdapat laporan mengenai serangan rudal yang menargetkan kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 2 Maret 2026.

Mengutip laporan The Sunday Guardian berjudul “Israel–Iran War: IRGC Claims Missile Attack on Netanyahu’s Office, Explosions Heard Over Jerusalem)”, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah meluncurkan sejumlah rudal ke berbagai sasaran strategis milik pemerintah dan militer Israel.

Serangan tersebut dilaporkan menargetkan beberapa lokasi penting, termasuk kawasan Tel Aviv, Haifa, dan Yerusalem.

Namun, video yang beredar di media sosial tersebut tidak dapat dipastikan sebagai rekaman asli dari peristiwa tersebut karena terindikasi kuat sebagai konten buatan AI.

Load More