- Media sosial diramaikan dengan narasi Kantor Benjamin Netanyahu diserang roket.
- Pada video unggahan itu, memperlihatkan puluhan roket menghantam bangunan.
- Setelah ditelusuri, kemungkinan besar merupakan konten yang dihasilkan oleh AI.
SuaraBatam.id - Media sosial diramaikan dengan narasi yang menampilkan puluhan roket yang diklaim menghantam kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Dalam unggahan video Facebook memperlihatkan puluhan roket menghantam kantor Netanyahu. Terlihat sejumlah roket meluncur menuju sebuah kawasan bangunan yang disebut sebagai kantor Netanyahu.
Narasi dalam unggahan itu menyatakan bahwa kantor Perdana Menteri Israel menjadi sasaran puluhan roket dalam serangan terbaru di Israel.
Adapun narasi yang disampaikan dalam unggahan sebagai berikut:
"Puluhan roken hantam kantor PM Netanyahu
Semoga Iran menang, Amin"
Lantas, benarkah video menunjukkan puluhan roket Iran menghantam kantor Netanyahu?
PENJELASAN:
Dari penelusuran yang dilakukan, tidak ditemukan bukti maupun informasi kredibel yang membenarkan klaim bahwa video ini menampilkan serangan Iran ke kantor Perdana Menteri Israel.
Pemeriksaan menggunakan alat deteksi AI Hive Moderation menunjukkan bahwa unggahan video tersebut memiliki kemungkinan sebesar 99,9 persen sebagai konten yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI).
Selain itu, tidak ditemukan laporan dari media internasional kredibel yang menyebutkan adanya peristiwa puluhan roket yang menghantam kantor Netanyahu seperti yang diklaim dalam unggahan tersebut.
Sebelumnya, memang terdapat laporan mengenai serangan rudal yang menargetkan kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 2 Maret 2026.
Mengutip laporan The Sunday Guardian berjudul “Israel–Iran War: IRGC Claims Missile Attack on Netanyahu’s Office, Explosions Heard Over Jerusalem)”, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah meluncurkan sejumlah rudal ke berbagai sasaran strategis milik pemerintah dan militer Israel.
Serangan tersebut dilaporkan menargetkan beberapa lokasi penting, termasuk kawasan Tel Aviv, Haifa, dan Yerusalem.
Namun, video yang beredar di media sosial tersebut tidak dapat dipastikan sebagai rekaman asli dari peristiwa tersebut karena terindikasi kuat sebagai konten buatan AI.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Dukung MotoGP Mandalika 2026, BRI Gerakkan 500 Relawan untuk Kelola Sampah
-
Nilai Merek BRI Tembus USD6,9 Miliar, Jadi yang Tertinggi di Indonesia
-
Resmi Berganti, Kapolda Kepri Baru Ingin Wujudkan Polri yang Modern
-
Pemkab Natuna Resmi Buka Lomba Gasing, Digelar Selama 10 Hari
-
BRI Hadirkan Pilihan Investasi ESG untuk Dukung Tujuan Keuangan Jangka Panjang