SuaraBatam.id - Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam mengklaim bahwa arus peti kemas di Kota Batam pada semester 1 2024 mengalami pertumbuhan sebesar 7 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2023.
Direktur BUP BP Batam, Dendi Gustinandar, mengatakan bahwa total arus peti kemas di Pelabuhan Batam pada semester 1 2024 mencapai 313.000 TEUs, naik dari 293.000 TEUs pada periode yang sama tahun lalu.
"Dari jumlah tersebut, 116.000 TEUs merupakan peti kemas ekspor, 114.000 TEUs impor, 42.700 TEUs bongkar peti kemas, dan 39.500 TEUs muat peti kemas," jelas Dendi, dilansir dari Antara, 9 Juli 2024.
Peningkatan ini, menurut Dendi, salah satunya disebabkan oleh peningkatan kinerja pelayanan di Terminal Peti Kemas Batu Ampar yang dioperasikan oleh PT Persero Batam.
Hal ini terlihat dari berkurangnya waktu tunggu kapal (berthing time) di terminal yang mencapai 44 persen, dari sebelumnya 48-52 jam menjadi 9-29 jam.
"Peningkatan ini juga didukung oleh penggunaan peralatan bongkar muat STS Crane yang lebih modern dan efisien, serta tidak diperlukannya manuver olah gerak kapal tambahan," tambah Dendi.
Dendi optimistis bahwa arus peti kemas di Pelabuhan Batam akan terus bertumbuh di masa depan. Hal ini sejalan dengan pengembangan Terminal Peti Kemas Batu Ampar yang akan dibagi dalam tiga tahap.
"Pada tahap pertama, terminal akan dilengkapi dengan lima alat bongkar muat Quay Crane, dua Harbor Mobile Crane (HMC), 12 RTG, dan 20 Terminal Truck. Lapangan penumpukan pun akan diperluas hingga 12 hektare," kata Dendi.
Pengembangan infrastruktur dan suprastruktur ini diharapkan dapat menjadikan Batu Ampar sebagai direct call maupun transhipment terminal, sehingga dapat meningkatkan konektivitas Batam dengan pelabuhan-pelabuhan lain di dunia.
Baca Juga: Pelabuhan Sekupang Batam Sediakan Bus Gratis untuk Wisatawan Mancanegara
Berita Terkait
-
Blackout Batam Bikin Curiga, Bos PLN Tak Tahu Penyebabnya
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Tembus 2,83 Juta TEUs, Naik 8,2%
-
Ibu Korban Blackout Batam: Hasil Pompa ASI Berminggu-minggu, Basi Dalam Hitungan Jam
-
5 Alasan Batam Layak Dijadikan Tujuan Sebelum Kembali ke Jakarta
-
Bahlil Ungkap Kendala Teknis Blackout Batam: Petir dan Kelelawar
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Bedak Marcks Bisa Buat Apa Aja? Ini 3 Kegunaannya untuk Rawat Kulit Wajah
- 4 Body Lotion Malam untuk Mencerahkan dan Melembapkan, Bikin Kulit Lebih Glowing
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Perkuat Ekonomi Rakyat, BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.235,4 Triliun
-
Nelayan Anambas Terombang-ambing Berhari-hari hingga Lautan Malaysia
-
Warga Diperiksa Polda Kepri usai Kritik Blackout Batam, Siapa Pelapornya?
-
Kabut Asap Menipis, Siswa di Batam Kembali Belajar ke Sekolah
-
PLN Klaim Blackout Batam-Bintan Sudah Dipulihkan 100 Persen