SuaraBatam.id - Kenaikan harga tiket kapal feri Batam-Singapura selama dua tahun terakhir dikeluhkan banyak pihak, termasuk Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan DPRD Kepri. Kenaikan ini dinilai memberatkan wisatawan mancanegara (wisman) dan masyarakat Kepri, serta berdampak pada penurunan kunjungan wisata ke Kepri.
Kepala Dinas Perhubungan Kepri, Junaidi, berharap harga tiket feri dapat kembali normal atau setidaknya hanya naik 20 persen. Ia juga meminta Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk segera menyelesaikan dugaan praktik kartel di balik kenaikan harga tiket tersebut.
"Kami sudah tiga kali rapat bersama KPPU di Batam, Medan, dan Jakarta. Semoga dalam waktu dekat sudah ada hasilnya," ujar Junaidi, dilansir dari Antara, 3 Juli 2024.
Junaidi, Ketua Komisi II DPRD Kepri Wahyu Wahyudin juga mendesak KPPU untuk segera menindaklanjuti dugaan kartel ini. Menurutnya, kenaikan harga tiket feri Batam-Singapura jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rute lain, seperti Batam-Johor, yang jaraknya lebih jauh.
"Dengan kewenangan yang ada, KPPU dapat segera menindak pelaku usaha feri Batam-Singapura, karena perilakunya telah menghambat persaingan dan berdampak buruk bagi sektor pariwisata di Batam dan Singapura," kata Wahyudin.
Anggota Komisi II DPRD Kepri lainnya, Rudy Chua, berharap KPPU dapat segera menyelesaikan penyelidikan dan mendorong masuknya pemain baru ke pasar feri Batam-Singapura.
"Untuk itu, kami berharap KPPU segera menuntaskan dari sisi penegakan hukum," ucap Rudy.
Penurunan harga tiket feri Batam-Singapura diharapkan dapat kembali menggairahkan sektor pariwisata di Kepri, yang sempat lesu akibat pandemi COVID-19 dan kenaikan harga tiket.
Baca Juga: Jumlah Penduduk Miskin di Kepri 2024, Bertambah atau Berkurang?
Berita Terkait
-
Warga Natuna Diduga Jadi Tentara Bayaran, Lapangan Kerja di Perbatasan jadi Sorotan
-
Syarat Wajib Mobil Listrik Naik Kapal Feri: Persiapan Penting Sebelum Menyeberang Pulau
-
Warga Rempang Dicekik hingga Diteror Intel Usai Tolak Sekolah Merah Putih di Tanah Adat
-
Detik Mencekam Feri Terbakar di Palawan, 87 Orang Tak Kunjung Ditemukan
-
Kebakaran Kapal Feri di Pantai Palawan, 6 Orang Tewas dan Puluhan Penumpang Hilang
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Semangat Merah Putih di Asian Games 2026, BRI Dukung Kontingen Atlet Indonesia
-
Polda Kepri Ungkap Kasus Jual Beli Mesin Pesawat Bekas Senilai Rp30 Miliar
-
Kualitas Udara Membaik, Siswa Batam Kembali Belajar di Sekolah
-
Ingin Umrahkan Orang Tua, Pemuda Natuna Jadi Tentara Bayaran Rusia Meninggal
-
Dikabarkan Tewas, Pemuda Natuna Jadi Tentara Bayaran Rusia Dikontrak Rp600 Juta