SuaraBatam.id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan bahwa Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) telah ditetapkan sebagai pusat wisata olahraga golf di Indonesia.
Dalam kunjungannya di Batam, Sabtu, Sandiaga mengungkapkan bahwa Kepri memiliki 10 lapangan golf, dengan 7 di antaranya berlokasi di Kota Batam dan 3 lainnya di Kabupaten Bintan.
"Kegiatan Wonderful Indonesia Golf Tournament merupakan langkah lanjut dari pertemuan awal tahun ini, di mana kita fokus menjadikan Batam, Bintan, dan Kepri sebagai pusat wisata olahraga, khususnya golf. Hari ini, kami akan membahas beberapa strategi penting terkait pariwisata kita," ujar Sandiaga, dikutip dari Antara, 30 Juni 2024.
Turnamen Wonderful Indonesia Golf diikuti oleh 140 peserta, termasuk dari Singapura dan Malaysia. Menurut Sandiaga, Kepri memiliki jumlah lapangan golf terbanyak di Indonesia.
"Lapangan golf di Kepri adalah yang terbanyak di Indonesia, dan minat peserta, termasuk dari luar negeri seperti Singapura dan Malaysia, sangat tinggi. Tiketnya terjual habis dalam waktu kurang dari sehari setelah diluncurkan," jelas Sandiaga.
Acara ini mencerminkan kerja sama yang baik antara pemerintah, Pondok Indah Golf, dan Privy, serta menunjukkan perkembangan pesat ekosistem pariwisata berbasis olahraga, khususnya golf, di Kepri.
Sebelumnya, Sandiaga mengungkapkan harapannya agar Kepri dapat menyumbang 25 persen dari target kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada tahun 2024, dengan target antara 9,5 juta hingga 14,3 juta wisatawan. Optimisme ini didukung oleh peningkatan kunjungan wisatawan ke Kepri pada tahun 2023 yang mencapai 1,5 juta, naik dari 785 ribu pada tahun 2022.
"Pencapaian ini menempatkan Kepri sebagai pintu masuk ketiga terbesar untuk wisatawan mancanegara ke Indonesia, setelah Bali dan Jakarta," ungkap Sandiaga saat kunjungan kerja ke Pulau Bintan, Kepri, Senin (1/1).
4o
Baca Juga: Sandiaga Uno: VoA Kepri Berlaku Juli 2024, Incar Wisatawan Singapura
Berita Terkait
-
Resmikan Kantor PPID, Mendagri: Peluang Pasarkan Produk Kerajinan Daerah
-
Tutup Rakernas XVII APKASI, Mendagri Ajak Kepala Daerah Atasi Persoalan Bangsa
-
Kejari Batam: Kasus TPPO dan PMI Ilegal Marak, Lima Hingga Sepuluh Perkara Tiap Bulan
-
Salip London hingga Paris, Bali Jadi Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026
-
Bisnis Darma Mangkuluhur, Cucu Soeharto Punya Saham Melimpah dan Gurita Usaha
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 7 Sepatu Nike Tanpa Tali yang Praktis dan Super Nyaman untuk Lansia
Pilihan
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
-
Hashim dan Anak Aguan Mau Caplok Saham UDNG, Bosnya Bilang Begini
Terkini
-
5 Mobil Kecil Bekas Murah, Hemat Biaya Operasional buat Pemula
-
Realisasi Investasi Batam Capai Rp69 T di 2025, Singapura Jadi Sumber Utama
-
Ekspedisi Jakarta Batam Terpercaya & Efisien | Harddies Cargo
-
Beasiswa untuk 1.100 Mahasiswa 7 Kampus Negeri Ternama, Batam Jadi Tujuan Belajar
-
Kapal di Karimun Diamankan, Ternyata Bawa Narkoba dan Kayu Tanpa Dokumen