SuaraBatam.id - Kepri dihadapkan pada tantangan besar dalam menampung lulusan SMP di tahun 2024. Diperkirakan 6.000 siswa tidak akan tertampung di SMA atau SMK negeri karena keterbatasan daya tampung.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kepri, Andi Agung, pada Rabu (22/5/2024).
"Data menunjukkan 35.766 siswa lulus SMP, namun daya tampung SMA hanya 19.272 dan SMK 11.951. Sekitar 6.000 siswa diprediksikan harus melanjutkan ke sekolah swasta," jelas Andi dilansir dari Batamnews--jaringan suara.com.
Bintan, Karimun, dan Batam menjadi daerah terparah dengan perkiraan siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri terbanyak.
"Prediksi kami menunjukkan bahwa siswa yang akan masuk sekolah swasta di Bintan sebanyak 376 siswa, di Karimun 253 siswa, dan yang paling banyak di Batam. Daya tampung di Batam hanya 14.828, sementara jumlah lulusan mencapai 20.560. Jadi, banyak siswa yang akan masuk ke sekolah swasta," katanya.
Sementara itu, daerah lain seperti Tanjungpinang masih memiliki sisa daya tampung.
"Di Tanjungpinang, misalnya, masih tersedia 557 bangku kosong," tambah Andi.
Kondisi ini serupa dengan tahun sebelumnya, di mana sekitar 5.800 siswa harus melanjutkan ke SMA/SMK swasta.
Baca Juga: Goey Taufik Jadi Tersangka Kasus Korupsi Pemukiman di Tanjungpinang
Berita Terkait
-
Goey Taufik Jadi Tersangka Kasus Korupsi Pemukiman di Tanjungpinang
-
Klarifikasi PT Srimas Terkait Laporan Dugaan Penipuan dan Penggelapan Kavling di Batam
-
Jumlah Stok Hewan Kurban yang Disediakan untuk Batam
-
Influencer Andre Carrillo Sindir Singapura sebagai Negara yang Membosankan
-
Kepri Datangkan Qori dari Tanzania di Haflah Al-Qur'an, Suaranya Pukau Masyarakat Tanjungpinang
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Pemkot Batam Soroti Izin Tempat Hiburan Jadi Lokasi Kasino yang Digerebek Bareskrim
-
Bareskrim Tangkap 197 Orang dalam Penggerebekan Kasino Di Batam
-
Bareskrim ke Nagoya Food Court Batam, Gerebek Diduga Sarang Perjudian
-
Tawarkan Jasa Seks via MiChat, Wanita Batam Dihukum Setahun Penjara di Malaysia
-
Lantik 311 Pejabat Pemkot Batam, Amsakar Ingatkan Tak Ada Pungli dan ASN Malas