Eliza Gusmeri
Selasa, 12 Desember 2023 | 18:12 WIB
Ilustrasi Virus Covid-19. (Unsplash/lisandro mendes ortega)

SuaraBatam.id - Kasus Covid-19 di Singapura meningkat dalam dua minggu terakhir. Berdasarkan laporan yang dimuat di todayonline, Kementerian Kesehatan (MOH), perkiraan jumlah kasus Covid-19 pada minggu 26 November hingga 2 Desember naik menjadi 32.035, dibandingkan dengan 22.094 kasus pada minggu sebelumnya.

Meskipun Kementerian Kesehatan mencatat jumlah rawat inap juga meningkat meskipun tidak separah saat pandemi. Namun, varian yang beredar secara lokal lebih mudah menular dan menyebabkan rumah sakit terbilang sibuk.

National University Health System (NUHS) Singapore sedang memantau situasi rumah sakit seperti Rumah Sakit Universitas Nasional, Rumah Sakit Umum Ng Teng Fong dan Rumah Sakit Alexandra.

"Kami terus waspada dan mempertahankan kapasitas lonjakan di fasilitas rawat inap kami, termasuk fasilitas perawatan intensif dan isolasi," kata juru bicara NUHS.

Saat ini berdasarkan sumber tesebut jumlah kasus ICU yang terlihat di tiga rumah sakit NUHS "tetap stabil".

Prosedur elektif tidak terpengaruh saat ini," tambah juru bicara tersebut.

SingHealth - yang mengoperasikan beberapa rumah sakit, pusat-pusat spesialisasi nasional dan poliklinik - juga "tetap waspada dan siaga" untuk setiap perkembangan baru dalam situasi Covid-19 di Singapura.

Tingginya kasus Covid-19 di Singapore menyebabkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengimbau wisatawan nusantara (wisnus) untuk tidak melakukan perjalanan ke Singapura selama libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.

Langkah itu guna mencegah penularan COVID-19 yang sedang berkembang di negara tersebut.

Baca Juga: Kopi Kenangan dan Fore Makin Laris di Singapura, Bisa Dibeli di Mana?

"Saya mengimbau bagi wisatawan Indonesia untuk berwisata di Indonesia saja, di Singapura itu ada kenaikan yang signifikan," ujar Sandiaga saat Weekly Brief with Sandi Uno di Jakarta, dikutip dari Antara, Senin.

Load More