SuaraBatam.id - Seorang anak di Kuansing, Riau tenggelam dan hilang saat berenang bersama teman sebayanya di Tepian Lubuak Sobae, Desa Pelukahan, Kecamatan Kuantan Hilir saat pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten.
Muhammad Nazra Efendi (14) dilaporkan hilang Jumat, 27 Oktober 2023 lalu.
Proses pencarian sudah berlangsung selama 15 hari dan tidak membuahkan hasil. Pada akhirnya Pemkab Kuansing resmi menghentikan proses pencarian bocah tersebut Jumat, 11 November 2023.
"Hari ke-15 pada Jumat lalu proses pencaharian sudah dihentikan," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuansing, Andrizul dihubungi, Senin, 13 November 2023, dilansir dari riaulink--jaringan suara.com.
Hingga saat ini petugas setempat belum menemukan tanda-tanda keberadaan jasad korban.
"Tapi masyarakat setempat masih terus berusaha melakukan pencaharian. Kita berharap secepatnya bisa ditemukan," katanya.
Berita Terkait
-
Yasmin Napper dan Lulu Tobing Bagikan Memori Keluarga yang Paling Berharga
-
Di Era Digital, Mengapa Banyak Bisnis Cepat Viral tetapi Cepat Tenggelam?
-
Tragedi Pantai Ampenan Berakhir Duka, Jasad Bocah 9 Tahun Ditemukan Mengapung di Perairan Bintaro
-
5 Hari Hilang di Hutan IKN, Pemburu Ini Ditemukan Hidup secara Ajaib
-
Novel Hilang di Wonju, Teror Pembunuhan Saputangan dan Misteri Angka Tujuh
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Posko Pengaduan SPMB 2026 di Batam Resmi Dibuka
-
Dana Belum Cair, Puluhan SPPG di Batam Tutup Operasional
-
Detik-detik Kapal Pesiar Mewah Terbakar di Marina Sentosa Cove Singapura
-
MV Golden Star 1 Tenggelam di Selat Singapura: 9 Awak Kapal Selamat, 107 Kontainer Hanyut
-
Video Pocong Bawa Parang di Batu Aji Ternyata AI, Dibuat Anak Bawah Umur