SuaraBatam.id - Kementerian Kesehatan Malaysia mendeteksi dua kasus baru cacar monyet atau mpox di negara tersebut. Sehingga total 4 kasus ditemukan sejak Juli 2023.
Melansir Antara, Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia DR Muhammad Radzi Abu Hassan, dalam keterangan tertulis di Kuala Lumpur, Selasa, menjelaskan kasus baru itu tidak berkaitan dengan kasus pertama dan kedua.
Kasus ketiga cacar monyet di Malaysia dilaporkan 21 Oktober lalu, menimpa seorang laki-laki warga negara Malaysia. Ia menunjukkan gejala demam dan lepuh pada 6 Oktober.
Sedangkan kasus keempat menimpa seorang laki-laki yang juga warga lokal dan merupakan kontak dekat dengan kasus ketiga. Dia dinyatakan positif terjangkit mpox 23 Oktober lalu.
Pasien kasus keempat tersebut juga telah menunjukkan gejala pada 6 Oktober. Keduanya kini sedang menjalani isolasi di rumah dan kondisi kesehatannya sudah stabil.
Menurut dia, keduanya tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri dalam tempo 21 hari sebelum gejala muncul.
Semua kontak dekat lainnya dari kasus ketiga dan keempat telah diketahui dan tidak mengalami gejala terjangkit mpox, namun kondisi kesehaan mereka semua terus dipantau Kementerian Kesehatan.
Cacar monyet adalah penyakit yang disebabkan virus mpox yang menjangkiti seseorang melalui sentuhan dekat dengan individu yang memiliki gejala dan tanda-tanda terjangkiti virus itu.
Gejala mpox adalah demam disertai ruam makula papular atau ruam melepuh pada muka, tapak tangan, tapak kaki, kemaluan, konjunktiva dan juga kornea. Waktu inkubasi sebelum individu menunjukkan gejala terjangkit mpox adalah lima hingga 21 hari dari tanggal terpaparnya mereka yang terjangkit.
Baca Juga: Dubes Malaysia di AS Dipanggil Usai Pernyataan Sikap Anggap Hamas Bukan Teroris
Orang yang positif terinfeksi mpox dapat menulari orang lain sehari sebelum gejala muncul dan sampai semua lepuh mengering dan hilang sepenuhnya. Biasanya kasus mpox akan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus. [antara]
Berita Terkait
-
Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup, Lolos Dramatis hingga Menit Terakhir
-
Bomber Malaysia Heran Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Berubah Jadi 7 Menit
-
John Herdman Tak Menyangka Malaysia Bisa Hancurkan Singapura 6-0: Biasanya 1-1 atau 2-0
-
Jawaban Cerdas John Herdman atas Kecurigaan Kemenangan 9-2 Timnas Indonesia
-
Tak Terima, Malaysia Pertanyakan Injury Time Timnas Indonesia, Mengapa?
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Polda Kepri Ungkap Kasus Jual Beli Mesin Pesawat Bekas Senilai Rp30 Miliar
-
Kualitas Udara Membaik, Siswa Batam Kembali Belajar di Sekolah
-
Ingin Umrahkan Orang Tua, Pemuda Natuna Jadi Tentara Bayaran Rusia Meninggal
-
Dikabarkan Tewas, Pemuda Natuna Jadi Tentara Bayaran Rusia Dikontrak Rp600 Juta
-
Gegerkan Warga, Siswi SMK di Bintan Ditemukan Meninggal Dalam Kamar