SuaraBatam.id - Kepolisian sudah menetapkan tersangka pada kasus penyebaran video syur yang melibatkan salah satu mahasiswi Batam. Polda Kepulauan Riau mengimbau masyarakat agar jangan menyebarkan video syur tersebut melalui media sosial atau smartphone.
Bagi pelaku yang menyebarkan video, maka pihak kepolisian tak segan untuk menetapkan tersangka baru. Sebagai informasi, sebuah video syur yang melibatkan salah satu mahasiswi Politeknik Negeri Batam sempat membuat heboh beberapa waktu lalu.
Polisi telah menangkap AM (22) karena terbukti menyebarkan video syur mantan kekasihnya, N (20). AM ternyata tak terima diputus oleh N sehingga ia mengunggah video syur ke internet. Pelaku juga menguasai media sosial milik N.
AM sempat memberikan ancaman agar N mau kembali berpacaran dengannya. Karena N menolak, maka ia menyebarkan video syur sebanyak dua kali. Pelaku mengunggah video pada 12 Oktober 2023, lantas menyebarkannya lagi pada 18 Oktober 2023.
Ditreskrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Nasriadi meminta agar masyarakat tidak menyebarkan lagi video syur mahasiswi Batam. Apabila terlanjur menyimpan, maka video sebaiknya dihapus saja. "Apabila masyarakat, terutama masyarakat Batam, yang masih menyimpan atau merekam video yang viral tersebut, harap pertama dihapus. Yang kedua, jangan lagi disebarkan. Kalau ada lagi penyebarannya, maka kita akan menetapkan tersangka baru. Kita akan menangkap siapa saja yang menyebarkan video syur," kata Kombes Pol Nasriadi.
Pihak kepolisian masih akan terus memantau dan memastikan agar video syur itu hilang sepenuhnya di media sosial. Apabila muncul kembali, maka pengunggah video akan bernasib sama seperti AM.
"Videonya harap dihapus dan jangan disimpan terutama buat konsumsi pribadi, hapus saja, karena ini sangat tidak bermoral. Apabila kita menemukan lagi media sosial, maka Divisi Siber Polda Kepri akan melakukan penangkapan tersangka lagi. Mari kita bantu korban dengan tidak menyebarkan dan memberikan motivasi kepada korban karena korban masih berstatus mahasiswi di salah satu universitas Kota Batam," ungkapnya.
Sebagai informasi, penyebar video syur di internet bisa dijerat dengan Pasal 27 ayat (1) UU ITE. Pelaku yang nekat mengunggah video dengan konten asusila terancam hukuman penjara hingga 6 tahun serta denda paling banyak Rp 1 miliar. Mereka juga bisa dijerat dengan UU Pornografi.
Baca Juga: Dihantui Rasa Gelisah, Pria Klaten Serahkan Diri ke Polisi Usai Curi Rp 18 Juta
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
BRI Raih The Finance Golden Star Award 2026, Perkuat Transformasi Digital dan Pemberdayaan UMKM
-
Diduga Habisi Nyawa Karyawati di Batam, Tetangga Kos Ditembak
-
Pria Tetangga Kos Diduga Terlibat Kematian Karyawati di Batam, Motif Masih Misteri
-
Bau Tak Sedap dari Kamar Kos, Berujung Penemuan Jasad Karyawati di Batam
-
Buyback Saham BRI Berlanjut, Fundamental Tetap Solid