SuaraBatam.id - Kasus Omicron XBB dan turunannya sudah ditemukan di Kepulauan Riau. Informasi itu disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau, dr Tjetjep Yudiana.
Temuan itu berdasarkan hasil penelitian Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam.
"Jumlah kasus Omicron XBB, subvarian COVID-19 sebanyak satu kasus, sedangkan 19 kasus lainnya merupakan varian turunan dari Omicron XBB. Omicron XBB yang bermutasi tersebut diberi nama XBB 1," katanya di Tanjungpinang, dilansir dari Antara, Rabu.
"Jadi sudah ditemukan 19 kasus Omicron XBB yang sudah bermutasi," tambah mantan Kepala Dinas Kesehatan Kepri itu.
Tjetjep mengatakan sampel pasien COVID-19 yang diteliti di laboratorium BTKLPP Batam berasal dari sejumlah rumah sakit di Kota Batam. Artinya, seluruh pasien yang diambil sampelnya memiliki gejala sehingga harus dirawat di rumah sakit.
"Seberapa parahnya, kami belum mendapatkan informasi tersebut. Namun pasien pasti bergejala sehingga harus dirawat," katanya.
Sampel pasien COVID-19 diambil sejak awal September hingga 6 November 2022. Meski baru ditemukan di Batam, ia mengatakan bukan berarti virus itu belum masuk ke daerah lain mengingat mobilitas penduduk antarpulau atau antardaerah cukup tinggi setiap hari.
"Potensi virus itu masuk ke daerah lainnya di Kepri cukup besar. Ini yang perlu dicegah," katanya.
Ia mengemukakan kasus Omicron XBB yang ditemukan tersebut mirip dengan virus yang menginfeksi warga Singapura. Sejak beberapa pekan lalu, kasus Omicron XBB di Singapura memuncak.
Baca Juga: Membludak, Disnaker Batam Pastikan 12 Ribu Orang Pelamar di Bursa Kerja, Ini Pekerjaan yang Dicari
Kemendagri menginstruksikan agar pemerintah daerah melakukan upaya pencegahan melalui disiplin penerapan protokol kesehatan. Selain itu, Kemendagri juga meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota melakukan tes dan penelusuran terhadap orang-orang yang kontak erat dengan pasien COVID-19.
"Omicron XBB ini tidak dapat terdeteksi oleh rapid tes antigen, melainkan harus melalui tes usap dengan metode PCR," demikian Tjetjep Yudiana. [Antara]
Berita Terkait
-
Nvidia Siapkan Rp80,5 Triliun Beli Lahan di Batam, Buru Bisnis Data Center AI
-
Bukan Sekadar Bahan Bakar, BP Batam dan Pertamina Siapkan Fondasi Industri Aviasi Batam
-
Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah
-
Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional
-
Berburu Kuliner Legendaris di Batam: Kelezatan Mie Tarempa dan Luti Gendang
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Jadi Tentara Bayaran Rusia, Warga Natuna Dikabarkan Tewas Kena Serangan Drone
-
Bantuan Sepeda dari BRI Peduli Antar Mahesa Lebih Dekat dengan Cita-Cita
-
2 Tewas dalam Bentrok di Setokok Batam, Polisi Didesak Usut Dalang Kerusuhan
-
BRI Gelar InFrame 2026, Ajak Masyarakat Abadikan Wajah Ekonomi Kerakyatan
-
Pria di Anambas Ditemukan Tewas Dalam Rumah usai Cekcok dengan Istri