SuaraBatam.id - Anggota Komisi IV DPRD Batam, Bobi Alexander menyebutkan PT. Marcopolo Shipyard menjadi perusahaan galangan kapal di Batam dengan korban kecelakaan kerja terbanyak.
"Jadi bisa dikatakan bahwa dari banyaknya laka kerja di Batam. Perusahaan ini menjadi penghasil korban laka kerja terbanyak saat ini," kata dia saat melakukan kunjungan ke PT tersebut.
Di sana ia ingin memastikan mengenai keamanan bagi para pekerja di industri galangan kapal tersebut.
Bobi Alexander sempat menanyakan mengenai keamanan dari pihak perusahaan terhadap para pekerja.
Terlebih informasi yang didapat, adanya dugaan bahwa ledakan dipicu karena adanya pekerjaan cutting tos di bagian atas kapal, sementara di bagian tangki kapal diketahui masih memiliki muatan bahan bakar.
"Dari salah satu saksi yang selamat. Mereka mengetahui masih ada sedikit muatan di tangki. Sementara di bagian atas ada pekerjaan cutting tos. Ini pengawasan di lapangannya seperti apa," tegasnya.
Berbeda dengan pembelaan perusahaan, pihak perusahaan menolak saat disebut lalai dalam pengawasan keselamatan bagi para pekerja.
Hal ini dikuatkan dengan jadwal pengerjaan pembersihan tangki kapal yang seharusnya sudah selesai dilakukan sebelum peristiwa terjadi.
Namun, pihak perusahaan juga mengakui bahwa progres cleaning tangki kapal belum selesai dilakukan hingga ledakan tersebut terjadi.
Baca Juga: Kuasa Hukum Akan Laporkan Kejari karena Tak Terima Kepsek SMKN 1 Jadi Tersangka Korupsi
"Bukan lalai di pengawasan, pengerjaan pada bagian bawah seharusnya dijadwalkan selesai sebelum peristiwa. Makanya tadi kami sebut, pekerjaan di bawah belum ada pemberitahuan tulisan ke kami," kata Mike selaku Production Manager PT. Marcopolo Shipyard, Jumat (28/10/2022).
Selaku saksi mata, Mike mengaku berusaha melakukan upaya penyelamatan terhadap keempat korban.
Namun, akibat pemadaman listrik yang terjadi, mengakibatkan alat pemadam kebakaran milik perusahaan tidak dapat digunakan.
"Saya sempat menarik salah satu korban selamat. Disana sambil menangis, dia menyebut bahwa masih ada dua orang pekerja yang terjebak. Disana saya tidak bisa berbuat apa-apa lagi," tuturnya.
Salahkan Sistem Koordinasi
4 pekerja korban ledakan yang terjadi pada, Kamis (20/10/2022) silam diduga perusahaan karena melakukan pengerjaan tanpa dibarengi pemberitahuan.
Berita Terkait
-
Sir Patrick Stewart, Pemeran Professor X, Meninggal Dunia di Usia 86 Tahun
-
DPRD Desak DKI Kebut Mitigasi Banjir Sebelum Hujan
-
Tetsuya Chiba, Kreator Ashita no Joe, Meninggal Dunia pada Usia 87 Tahun
-
Warga Ingin Piknik Gratis di Ancol, DPRD DKI Sebut APBD Belum Mampu
-
Uang Habis di Pintu Gerbang Ancol, Warga Jakarta Tuntut Tiket Masuk Digratiskan
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
BRI Raih The Finance Golden Star Award 2026, Perkuat Transformasi Digital dan Pemberdayaan UMKM
-
Diduga Habisi Nyawa Karyawati di Batam, Tetangga Kos Ditembak
-
Pria Tetangga Kos Diduga Terlibat Kematian Karyawati di Batam, Motif Masih Misteri
-
Bau Tak Sedap dari Kamar Kos, Berujung Penemuan Jasad Karyawati di Batam
-
Buyback Saham BRI Berlanjut, Fundamental Tetap Solid