SuaraBatam.id - Pemprov Kepulauan Riau (Kepri) kini menyasar pelajar Kelas 2 dan 3 SMA dan sederajat untuk perekaman KTP elektronik di sekolah.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kepri, Misni mengatakan petugas Disdukcapil kabupaten dan kota mendatangi seluruh SMA dan sederajat di wilayah itu dengan membawa alat perekaman KTP elektronik.
Pelajar yang usianya memenuhi persyaratan dan kurang sehari dari 17 tahun dapat melakukan perekaman KTP elektronik.
Proses pembuatan KTP elektronik atau e-KTP itu hanya membutuhkan waktu sekitar sehari jika sistem berjalan lancar.
"Kebijakan jemput bola ke SMA itu sudah kami mulai untuk mendukung penyelenggaraan Pemilu 2024. Besok, kami serahkan KTP elektronik secara simbolis kepada pelajar SMAN I Kijang, Bintan," ujarnya.
Misni menjelaskan pelajar SMA merupakan pemilih pemula potensial pada Pemilu 2024 sehingga Dinas Kependudukan memiliki kewajiban mempermudah mereka mendapatkan KTP elektronik.
"Posisi pelajar sebagai pemilih pada pemilu sangat strategis jika dilihat dari data pesta demokrasi sebelumnya," ucapnya.
Berdasarkan hasil rapat pleno pemutakhiran data pemilih berkelanjutan di Batam, belum lama ini, jumlah pemilih di Kepri mencapai 1.163.504 orang dan jumlah TPS sebanyak 4.062.
"Pada Pilkada Kepri 2020, jumlah pemilih pemula di Kepri lebih dari 30.000 orang," ujarnya.
Selain KTP elektronik untuk pelajar SMA, Misni mengemukakan Pemprov Kepri juga mendorong warga untuk membuat Kartu Identitas Anak (KIA). Saat ini, jumlah anak-anak yang sudah memiliki KIA lebih dari 40 persen, melebihi target nasional.
"Kami juga terus mensosialisasikan kepada para orang tua agar anak-anaknya memiliki KIA. Pembuatan KIA sangat mudah dan cepat di Dinas Kependudukan kabupaten dan kota," tuturnya. (Antara)
Berita Terkait
-
5 Kesalahan yang Sering Dilakukan oleh Anak Ambis, Pelajar Wajib Tahu!
-
Ngeri! Seorang Pelajar di Sukabumi Dibacok saat Sedang Ngopi
-
Stok Kosong Selama 2 Minggu, Pemerintah Akhirnya Kirim 260 Dosis Vaksin untuk Kepri
-
Kasus KDRT di Kepri Dominan Dipicu oleh Masalah Ekonomi
-
5 Cara Sederhana Buat Kegiatan Belajar Jadi Lebih Efektif
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
BRI Peduli Latih 500 Volunteer Jelang MotoGP Mandalika 2026, Dorong Lingkungan Berkelanjutan
-
BRI Perkuat Tata Kelola Dengan Budaya Integritas dan Antikorupsi
-
Rekam Jejak Mayjen TNI Rionardo, Panglima Pertama Kodam XXV Kepri
-
Batam Dikepung Kabut Asap, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Karhutla di Kepri
-
Jabat Kabareskrim Polri, Kapolda Kepri Asep Safrudin Naik Pangkat Jadi Komjen