"Berarti booster dipaksakan. Kalau tidak booster harus tes antigen, membayar Rp 90 ribu. Satu keluarga sudah berapa, belum lagi untuk tiket dan lainnya. Rakyat sudah susah makin dibikin susah," ujar Siti.
Pantauan di Pelabuhan SBP Tanjungpinang, masih banyak penumpang yang mengantri di loket tes antigen yang disediakan oleh Kimia Farma. Meskipun mendapatkan keluhan dari warga, mereka tetap melakukan tes antigen karena untuk kebutuhan perjalanan.
Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengatakan sebelumnya telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait untuk perjalanan didalam daerah.
"Kita sudah tuangkan dalam surat edaran bagi usia 7 sampai 17 tahun sudah tidak perlu antigen bila sudah divaksin kedua. Tapi kalau aturan pusat memang wajib, ya kita harpkan bisa di bebaskan juga," kata Ansar.
Menurut Ansar, anak-anak usia tersebut memiliki imun tubuh lebih kuat. Kemudian mobilitas mudik di Kepri, kata Ansar, tidak terlalu ramai seperti di daerah Jawa.
"Kalau mudik di tempat kita di dalam Kepri saja saya kira bisa dibebaskan, karena tidak separah mudik di daerah Jawa. Namun tetap penerapan protokol kesehatannya di perketat," pungkasnya.
Kontributor : Rico Barino
Berita Terkait
-
Erupsi Anak Krakatau Batalkan 4 Penerbangan di Tanjungpinang, 469 Penumpang Terdampak
-
Operasi Gabungan Bongkar Pengiriman 800 Kg Ketamin di Kepri
-
Tanpa Dokumen, 51 Ayam Bangkok Asal Malaysia Disita
-
Kapal Berbendera Tanzania Disergap di Laut Kepri, Berisi 1,3 Ton Narkoba Siap Edar
-
Jelang Idul Adha, Stasiun Pasar Senen Dipadati Penumpang Kereta Jarak Jauh
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Mahasiswi Tewas Ditabrak di Batam, Sopir Mobil Mewah Sempat Mau Kabur
-
Mahasiswi Tewas Ditabrak di Batam, Detik-detik Kecelakaan Terekam CCTV
-
Mahasiswa Geruduk DPRD Batam: Protes Data Center, Blackout hingga Karhutla
-
BRI Perkuat Kompetensi Generasi Muda Lewat Program Magang Nasional 2026
-
Siswa SMA di Batam Cedera Kepala Dipukul Teman, Kacabdis Kepri: Namanya Anak-anak