SuaraBatam.id - Mark Zuckerberg mempersiapkan 100.000 karyawan perusahaan sekarang fokus untuk menciptakan cara baru untuk bekerja, bermain, dan hidup di Metaverse.
Ia fokus menciptakan Metaverse yang lebih realistis, mulai dari gerakan tangan, hingga bisa melakukan kontak mata secara digital.
Dikutip dari Wartaekonomi, di wawancara di podcast "The Tim Ferriss Show", Mark Zuckerberg percaya Metaverse akan membawa dunia ke dalam ekonomi yang lebih kuat, di mana orang dapat melakukan hal-hal yang menarik secara intelektual atau fisik bagi mereka. Komunitas akan muncul, mengarah ke monetisasi dan ekosistem mandiri.
Zuckerberg mengatakan dia mendapat inspirasi dari buku-buku fiksi untuk membuat strategi AR dan VR. Menurutnya, manusia harus memiliki kemampuan untuk berada di lebih dari satu tempat pada waktu yang sama.
“Ada semua alasan ini mengapa sangat berharga bagi orang untuk dapat hadir di tempat lain, tidak peduli apa situasinya,” katanya.
Mark Zuckerberg bahkan menambahkan bahwa dia sering masuk ke VR dari rumahnya di Hawaii.
"Anda tidak harus berada dalam situasi distopia untuk hadir dengan orang lain yang Anda sayangi, atau kesempatan yang lebih baik di tempat lain," kata Zuckerberg di podcast.
Mark Zuckerberg tampaknya mengabaikan kritik bahwa Meta dan perusahaan lain terlalu condong ke dunia digital.
"Jika orang-orang merasa sepenuhnya memahami apa kami sebagai perusahaan dan apa yang kami lakukan, maka saya tidak cukup memaksakannya. Saya ingin mendorong kami ke zona let's kind. terus-menerus melakukan sesuatu yang dapat diragukan karena jika tidak, lalu apa yang kita lakukan?”
Baca Juga: UMKM di Indonesia Berpeluang Terjun ke Dunia Metaverse
Salah satu pencapaian terbesar VR adalah seberapa mudah diaksesnya. Meskipun dulu perlu dicolokkan ke komputer, sekarang perangkat VR dapat diberdayakan dengan microchip. Zuckerberg berspekulasi Metaverse akan memunculkan pekerjaan terdistribusi.
Salah satu nilai terpenting dalam metaverse adalah bergerak secepat mungkin. Nilai ini telah berkembang menjadi "bergerak cepat" yang mendorong karyawan untuk membangun dan belajar lebih cepat daripada orang lain.
Untuk mencapai transisi ini, perusahaan terus-menerus menganalisis untuk melihat proses mana yang berhasil dan mana yang tidak.
Berita Terkait
-
India Tuntut Mark Zuckerberg Minta Maaf Setelah Video Perdana Menterinya Dibatasi di Facebook
-
Jeremy Strong Diincar Perankan Mark Zuckerberg di Sekuel The Social Network
-
Salip Jeff Bezos, Mark Zuckerberg Jadi Orang Terkaya Ketiga di Dunia dengan Harta Rp 4.428 Triliun
-
AI Bantu Jualan Online, Mark Zuckerberg Umumkan Fitur Iklan di Status WhatsApp
-
Mark Zuckerberg Sepakat Bayar Denda Rp 406 Miliar Gegara Blokir Akun Facebook Donald Trump
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Tawarkan Jasa Seks via MiChat, Wanita Batam Dihukum Setahun Penjara di Malaysia
-
Lantik 311 Pejabat Pemkot Batam, Amsakar Ingatkan Tak Ada Pungli dan ASN Malas
-
BRI Percepat BRIvolution Reignite untuk Tingkatkan Daya Saing dan Kontribusi Ekonomi Nasional
-
Gelapkan Dana Siswa Ratusan Juta, Kepala SMA di Kepri Ditangkap
-
Kinerja Penyaluran KUR Perumahan BRI Tuai Apresiasi, Perkuat Program 3 Juta Rumah Pemerintah