SuaraBatam.id - Pengelola Pelabuhan Internasional Batam Center, mempertanyakan realisasi penerapan kebijakan pembukaan seluruh akses masuk bagi Wisatawan Internasional (Wisman) melalui pelabuhan.
Sementara SE Dirjen Imigrasi bernomor MI-0533.GR.01.01 TAHUN 2022 dari Kemenkumham RI, yang mengatur bebas visa bagi 9 Negara guna membantu sektor pariwisata Batam, Tanjungpinang Pinang, dan Bintan suda diedarkan.
"Kami di pelabuhan ini sebenarnya tinggal menunggu realisasinya saja," tegas Manajer Operasional PT Synergy Tharada, Nika Astaga, Selasa (22/3/2022).
Pantauan di Pelabuhan Internasional Batam Center, saat ini kondisi pelabuhan tampak sepi dan tidak terlihat banyaknya kegiatan, seperti sebelum pandemi Covid-19.
Di lokasi saat ini, hanya terlihat petugas money changer dan para petugas keamanan pelabuhan, yang tampak tidak terlalu sibuk bahkan cenderung santai.
Tidak hanya itu, saat ini pengelola juga tampak melakukan berbagai penghematan, terutama penggunaan arus listrik bagi eskalator, pendingin ruangan, dan lampu di area pelabuhan.
"Intinya kami sudah sangat siap. Sampai sekarang saja kami masih buka 24 jam, walau dengan kondisi seperti ini. Kami kan juga masih memfasilitasi pemulangan PMI dari Malaysia dan Singapura," paparnya.
Disinggung kembali mengenai kebijakan terbaru Pemerintah Pusat, Nika juga menerangkan bahwa saat ini hanya bersifat menunggu.
"Sampai saat ini kami belum mendapat informasi lebih lanjut, ataupun diajak untuk rapat mengenai SE terbaru. Tapi yang saya tahu, itu pasti akan jalan apabila dari Singapura sudah memberikan akses penuh bagi warganya untuk keluar," lanjutnya.
Kepala Seksi (Kasi) Pemeriksaan Imigrasi Pelabuhan Internasional Batam Center, Andri Yusuf yang menerangkan bahwa saat ini pihaknya juga masih bersifat menunggu instruksi lebih lanjut, untuk implementasi SE Dirjen Imigrasi.
Walau demikian, pihaknya belum dapat memberikan keterangan mengenai realisasi, Pelabuhan Internasional Batam Center akan dimanfaatkan sebagai salah satu pintu masuk Wisman ke Batam.
"Kami pastinya siap, namun untuk kepastian buka atau tidaknya, silahkan tanya pimpinan," ujarnya.
Mengenai kemungkinan penambahan petugas, Andri juga mengaku hal ini kebijakan dari Kepala Kantor Imigrasi Batam.
Saat ini diketahui, ada sebanyak 16 petugas Imigrasi yang melayani alur masuknya PMI dari Malaysia dan Singapura.
"Saat ini jumlah petugas yang berjaga kami bagi 3, yakni pagi, siang dan sore," ungkapnya.
Berita Terkait
-
4 WNA Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Kapal PT ASL Shipyard di Batam
-
Bali Dituding Sepi, Begini Data Pelancong Asing di RI
-
Belasan Nyawa Melayang di Galangan Kapal PT ASL Shipyard: Kelalaian atau Musibah?
-
Libur Nataru 2026, Kunjungan Wisatawan ke Malioboro Tembus 1 Juta: Naik Tiga Kali Lipat
-
Rentetan Kecelakaan Kerja di Galangan PT ASL Shipyard Kembali Terjadi, Polisi Turun Tangan
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
Kapal di Karimun Diamankan, Ternyata Bawa Narkoba dan Kayu Tanpa Dokumen
-
Wakil Kepala BGN Ingatkan Pihak Terkait MBG Bekerja Sama dengan Baik
-
BGN Minta Mitra dan Yayasan Peduli Terhadap Siswa-siswi Penerima Manfaat
-
Pejabat Utama dan Kapolres di Polda Kepri Dimutasi, Berikut Namanya
-
Anggota Polisi di Kepri Jalani Sidang Etik usai Diduga Aniaya Pacar