SuaraBatam.id - Seorang laki-laki tua yang hidup sebatang kara ditemukan meninggal dunia k pinggir hutan wilayah Kampung Bukit Asri, Tanjungpinang Timur, Kepulauan Riau pada Selasa (15/2/2022) lalu.
Laki-laki tersebut bernama Supardi (68), diketahui hidup sudah menyendiri di sebuah gubuk tanpa tetangga, Jasadnya pun ditemukan oleh warga setelah dua hari meninggal dunia.
Laki-laki ini hidup miris tanpa keluarga dan pekerjaan. Menurut seorang saksi bernama Hendri yang rumahnya tak jauh dari kediaman, pernah mengantar makanan untuk Supardi.
Hal tersebut biasa dilakukan oleh Hendri karena merasa iba dengan kehidupan Supardi. Namun, memberinya makan pun juga tak bisa dilakukan oleh Hendri setiap hari.
Saat berada di kediaman Supardi, Hendri mencoba memanggil pria tersebut namun tak ada sautan. Ia pun lantas masuk ke dalam gubuk.
Namun nahas, Supardi terlihat terbaring di atas sebuah kasur yang biasa dijadikannya tempat tidur. Aroma tak sedap pun menyeruak dan tubuh Supardi sudah dikerubungi lalat.
"Pertama kali ditemukan sama Hendri, saat hendak memberinya makan ditemukan sudah tak bernyawa," ujar Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Awal Syaban Harahap, melansir Batamnews, Rabu (16/2/2022).
Kemudian, temuan Hendri tersebut langsung dilaporkan kepada warga dan polsek terdekat.
Tim Inafis Polres Tanjungpinang pun langsung terjun ke lokasi untuk mengevakuasi sembari melakukan penyelidikan terkait kematian pria paruh baya tersebut.
Menurut keterangan Hendri, lanjut Awal, Supardi memang telah lama tinggal seorang diri di gubuk tersebut. Bahkan ia juga memiliki sakit diabetes cukup parah yang telah lama dideritanya.
Baca Juga: Kasus Covid-19 Terus Naik, Tanjungpinang Berlakukan Berlajar Online hingga Akhir Februari
Sakit tersebut pun dibuktikan dengan adanya obat-obatan yang berada di rumahnya dan terdapat sebuah botol infus yang cairannya diduga bekas digunakan untuk membersihkan sebagian luka yang melekat di tubuhnya.
Jasad Supardi pun langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Provinsi Kepri. Berdasarkan pemeriksaan dokter rumah sakit. Tak ditemukannya tanda-tanda kekerasan yang dialami oleh korban.
"Korban dipastikan meninggal karena sakit diabetes yang dideritanya," bebernya.
Tak hanya itu, menurut pemeriksaan dokter juga diketahui bahwa korban juga memiliki sakit jantung serta paru. Hal itu berdasarkan pengelihatan wajah korban bahwa terlihat gelap dan membengkak.
"Diperkirakan sudah dua hari meninggal, tubuh korban sudah mulai pembusukan," ucapnya.
Berita Terkait
-
Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan
-
Gempa 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Lansia 73 Tahun Meninggal karena Kaget
-
Sosok Mbah Leginah, Nenek Viral yang Sering Ngonten Bareng Cucu Meninggal Dunia
-
Evakuasi Kebakaran Toko Bangunan di Sleman: Dua Korban Tewas Ditemukan Dekat Tangga Lantai Tiga
-
Arti Mimpi Teman Meninggal Padahal Masih Hidup, Pertanda Apa?
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Batam Dikepung Kabut Asap, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Karhutla di Kepri
-
Jabat Kabareskrim Polri, Kapolda Kepri Asep Safrudin Naik Pangkat Jadi Komjen
-
Kapolri Tunjuk Irjen Suhendri Jabat Kapolda Kepri Gantikan Irjen Asep Safrudin
-
Semangat Merah Putih di Asian Games 2026, BRI Dukung Kontingen Atlet Indonesia
-
Polda Kepri Ungkap Kasus Jual Beli Mesin Pesawat Bekas Senilai Rp30 Miliar