“Semua kita tanggung, secara prosedur juga sudah kita penuhi semua kebutuhan kebutuhan BPJS. Seperti hasil pemeriksaan dokter, kronologis kejadiannya semacam berita acara dari K3 kita, jadi udah gak ada masalah itu setahu saya," terangnya.
Panjaitan mengakui jika memang telah terjadi kecelakaan kerja, namun kejadian ini bisa di bilang sebagai kelalaian (human eror). Korban kurang kurang fokus saat mau turun, yang menyebabkannya terpeleset.
“Secara umum safety nya masih ada. Makanya tidak terlalu fatal jatuhnya. Kemudian hasil rontgen pun hanya luka luar aja, luka dalam tidak ada, makanya bisa langsung pulang,” terangnya.
Hal yang serupa juga berlaku untuk kecelakaan yang pertama, dirinya mengaku meskipun kecelakaan yang menabrak palang portal itu terjadi di luar jam kerja, pihak perusahaan tetap menanggung seluruh pengobatan pekerja.
Namun ketika disinggung mengenai tanggungjawab perusahaan selama korban sakit dan belum bisa bekerja, ia enggan untuk menjawab.
Panjaitan mengatakan, hal ini sudah lain tema, bukan kapasitasnya untuk memberikan keterangan. Ia meminta agar mengkonfirmasi bagian K3.
Arifin sendiri mengaku meski sudah mengalami kecelakaan kerja sebanyak dua kali dalam kurun waktu satu bulan ini, selain menanggung biaya pengobatannya selama di rumah sakit. Pihak perusahaan hanya memberikan uang santunan sebesar Rp 1 juta.
Arifin bekerja sebagai helper blasting, di Nusa Konstruksi Engineering, perusahaan yang menggarap proyek pembangunan jalan Selat Lampa- Teluk Depih- Sp Sekunyam.
Berita Terkait
-
Dirjen Perhubungan Udara Nilai Indonesia Mampu Kelola FIR, Sudah Terpasang Simulator di Natuna
-
Penambangan Batu Kapur Ancam Kelestarian Karst Citatah dan Jejak Kehidupan Manusia Prasejarah
-
Air Laut Surut, Kapal Rute Pulau Sedanau ke Natuna Terhenti di Perjalanan
-
Kecelakaan Mengerikan di Tol Medan-Tebing Tinggi, Satu Orang Kondisinya Mengenaskan
-
Purnawirawan TNI Tewas di Belakang Rumah, Kondisinya Ngeri
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Blackout di Kawasan Industri Batamindo: Aktivitas Lumpuh, Karyawan Libur Massal
-
Isu Data SPMB Bocor, Pemkot Batam Minta Orangtua Tak Panik: Pendaftaran Aman
-
Data SPMB Batam Diduga Bocor, Peneliti Anonymous Sudah Ingatkan Jauh Hari
-
Dana Rp12 Miliar untuk Menata Taman Gurindam 12 Tanjungpinang
-
Viral Data SPMB Batam Diduga Bocor, 1.495 Dokumen Pribadi Tersebar