SuaraBatam.id - Seorang karyawan di sebuah mal atau pusat perbelanjaan di Singapura terjatuh ke lantai mall dari atap bangunan itu.
Berdasarkan keterangan yang dilansir dari Coconuts.co/Singapore, karyawan berjenis kelamin laki-laki itu terjatuh di lantai dua Chinatown Point. Korban jatuh dari atap bangunan dan melewati beberapa lantai.
Korban yang belum dikenali identitasnya itu berusia 28 tahun. Saat itu ia tengah bekerja di ruang khusus atau area yang dilarang untuk umum. Dimungkinkan korban jatuh saat memperbaiki sesuatu di bagian atap.
Sebab berdasarkan rekaman atau video yang beredar, terdapat lubang di atap bangunan, tepatnya di atas korban terjatuh.
Berdasarkan keterangan dari manajemen mall, dalam peristiwa itu hanya ada satu korban dan mengalami luka akibat terbentur lantai.
Namun, hingga kini belum diketahui kondisi terbaru korban. Selain itu, pihak mal juga belum menjelaskan kronologi korban bisa terjatuh.
Anggota Pertahanan Sipil Singapura menerima laporan kejadian itu sekitar pukul 15.30. Petugas bergegas ke lokasi kejadian dan segera mengevakuasinya. Karena mengalimi luka-luka, korban dibawa ke salah satu rumah sakit.
Pasca kejadian itu, Manajemen Ritel Perennial (Singapura) segera meminta agar area di lantai empat Mal itu ditutup guna untuk melakukan penyelidikan.
Kejadian nahas itu terekam oleh sebuah video amatir yang diambil warga. Video itu diunggah di akun Tiktok @Jus.yu dan diupload di akun Youtube @Kurt Tay.
Baca Juga: Update Kasus Covid-19 di Kepri: Batam 6 Orang, Karimun 7 Orang
Dalam video yang beredar itu tampak seorang laki-laki terbaring telungkup di atas lantai. Beberapa orang mendekatinya untuk bermaksud menolongnya. Ada beberapa orang yang terlihat panik berlari untuk membantunya juga.
Semakin lama, banyak orang yang melihat korban dari jarak jauh. Dimungkinkan mereka penasaran dengan kejadian itu. Tak lama kemudian petugas berseragam datang dan mengecek kondisi korban.
Kemudian, korban ditandu atau diangkat ke bed rumah sakit yang bisa didorong. Korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Dalam video itu, banyak orang yang menunjuk kan ke arah atap yang bolong. Diduga, korban terjatuh dari atap yang bolong tersebut.
Video itu yang diunggah di Tiktok mendapatakn respon yang beragam dari warganet.
"who built all those building? nowadays all start dropping on people.....why no action taken against the contractor? only can sue building owner?" said @pinkdinosaur
Berita Terkait
-
3 Jenis Kanker yang Paling Banyak Menyerang Anak Muda di Singapura
-
Geger Beda Data Sawit RI-Singapura: Indikasi Manipulasi Ekspor hingga 'Penyunatan' Harga Terkuak!
-
Ironi Sawit RI: Indonesia Punya Kebun, Tapi Kenapa Singapura yang Meraup Cuan?
-
Demi Tampil Maksimal, Singapura Tiba Lebih Awal Jelang Piala AFF U-17 2026
-
Dikecualikan dari WFH, Layanan Perizinan DKI Tetap Normal dan Full WFO
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
Sosok Bripda AS, Tersangka Penganiayaan Polisi Junior Polda Kepri hingga Tewas
-
Dividen BRI Tahun Buku 2025 Mencapai Rp52,1 Triliun, Pemegang Saham Nikmati Imbal Hasil Besar
-
Polda Kepri Tetapkan Bripda AS Tersangka, Inilah Kronologi Tewasnya Polisi Muda
-
Transaksi Tebus Gadai Kini Bisa via Super Apps BRImo dari BRI, Cashback 10% Menanti
-
Kematian Polisi Junior di Kepri: Propam Periksa 8 Personel, Satu Anggota Tersangka