SuaraBatam.id - Insiden kapal tenggelam yang membawa sejumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal di perairan Malaysia juga menjadi perhatian Pemprov Kepulauan Riau (Kepri).
Diketahui, dalam tragedi kapal karam tersebut belasan TKI ilegal meninggal dunia dan beberapa lainnya masih hilang.
Menyikapi hal itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad akan membentuk tim satgas khusus pekerja migran Indonesia atau PMI ilegal untuk memperketat pengawasan di pelabuhan tikus.
"Bukan hanya kepulangan dari Malaysia, namun ternyata masih banyak PMI yang berangkat melalui jalur tidak resmi," kata Ansar dikutip dari Antara, Senin (3/1/2022).
Ia menjelaskan tim satgas PMI ilegal tersebut akan melibatkan unsur Fokopimda di lingkungan Pemprov Kepri.
Gubernur Ansar juga meminta satgas yang telah dibentuk nantinya, menjaga ketat sejumlah pelabuhan tikus di daerah itu agar tidak ada lagi aktivitas PMI ilegal dari maupun ke negara tetangga.
"Tolong dijaga betul, apalagi ada indikasi melibatkan oknum-oknum tertentu, jangan sampai terjadi lagi," ucap Ansar.
Ansar pun mengaku miris terhadap insiden tenggelamnya kapal pengangkut PMI di perairan Johor Baru, Malaysia, Rabu (15/12).
Kapal tersebut diduga membawa sekitar 60 warga negara Indonesia. Dari jumlah tersebut, 21 orang ditemukan meninggal dunia, 13 orang selamat, dan selebihnya masih dalam proses pencarian.
"Jangan sampai PMI kita jadi korban lagi," sebut Ansar.
Mantan Anggota DPR RI itu juga sangat mengapresiasi unsur Forkopimda terkait yang telah menangani masalah PMI ilegal tersebut.
"Besok, Ditpolairud Polda Kepri kembali berangkat ke Johor untuk mengevakuasi 11 jenazah PMI," tegas Ansar. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Bos Besar Penyelundupan TKI ke Malaysia Ditangkap, Ternyata Terorganisir
-
Otak Penyelundup TKI Ilegal yang Kapalnya Karam di Malaysia Ditangkap
-
Polda Sumut Tetapkan Tersangka Kasus Tenggelamnya Kapal Pembawa TKI Ilegal ke Malaysia
-
Oknum Prajurit TNI AU yang Terlibat Pengiriman TKI Ilegal ke Malaysia Ditahan
-
Salah Satu Prajurit TNI yang Terlibat Pengiriman PMI Ilegal Berpangkat Tamtama
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Mahasiswi Tewas Ditabrak di Batam, Sopir Mobil Mewah Sempat Mau Kabur
-
Mahasiswi Tewas Ditabrak di Batam, Detik-detik Kecelakaan Terekam CCTV
-
Mahasiswa Geruduk DPRD Batam: Protes Data Center, Blackout hingga Karhutla
-
BRI Perkuat Kompetensi Generasi Muda Lewat Program Magang Nasional 2026
-
Siswa SMA di Batam Cedera Kepala Dipukul Teman, Kacabdis Kepri: Namanya Anak-anak