SuaraBatam.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Komisioner KPU Bintan Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Haris Daulay membenarkan hal itu karena KPU Bintan menjadi salah satu satuan kerja (satker) yang masuk dalam sampling satker di Kepri.
Pemeriksaan tersebut sudah berjalan selama satu bulan lebih.
"Kita jadi salah satu satker sampling pemeriksaan BPK bersama beberapa satker lainnya," ujar Haris, kemarin dikutip dari Batamnews.
Diketahui, tiga orang telah dimintai keterangan oleh BPK, diantaranya komisioner, sekretaris dan bendahara.
Mereka juga melakukan audit anggaran APBD maupun APBN yang dipakai atau digunakan oleh KPU Bintan selama tahapan Pilkada 2020 lalu.
Dikonfirmasi apakah ada temuan pemborosan dalam penggunaan anggaran Pilkada, Haris mengaku dirinya belum dapat informasi terkait hal itu.
Katanya memang belum selesai pemeriksaan dan terkait hal itu baru dapat diketahui biasanya ketika selesai pemeriksaan. Sementara untuk pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK dimulai sejak Oktober sampai November ini.
"Belum selesai pemeriksaannya sampai saat ini," katanya.
Sementara Sekretaris KPU Bintan, Suciati, membenarkan BPK melakukan pemeriksaan. Termasuk juga soal kerjasama dengan media masa. Hal itu terkait dengan publikasi selama Pilkada 2020.
Baca Juga: Kasus Bupati Bintan, KPK Periksa Eks Gubernur Kepri Nurdin Basirun Terkait Hal Ini
"Media cetak saja," sebutnya.
Berita Terkait
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT
-
Tunggakan Rusun DKI Disorot BPK, DPRD Minta Pemprov Tak Korbankan Warga Miskin
-
ICW: Vonis Rendah Pejabat BPK Tak Beri Efek Jera, Korupsi Terus Berulang
-
Pegawainya Terjaring OTT KPK, Pengawasan Internal BPK Dinilai Gagal Total
-
ICW: Audit BPK Jadi Komoditas Dagang, WTP Cuma Alat Pencitraan Politik
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Blackout di Kawasan Industri Batamindo: Aktivitas Lumpuh, Karyawan Libur Massal
-
Isu Data SPMB Bocor, Pemkot Batam Minta Orangtua Tak Panik: Pendaftaran Aman
-
Data SPMB Batam Diduga Bocor, Peneliti Anonymous Sudah Ingatkan Jauh Hari
-
Dana Rp12 Miliar untuk Menata Taman Gurindam 12 Tanjungpinang
-
Viral Data SPMB Batam Diduga Bocor, 1.495 Dokumen Pribadi Tersebar