SuaraBatam.id - Kondisi terserang kantuk setelah makan mungkin sering dialami banyak orang. Namun, bila kondisi itu menyerang saat bekerja tentunya akan sangat mengganggu aktivitas.
Mengantuk setelah makan sebenarnya adalah kondisi yang wajar. Dikutip dari yoursay.id kondisi itu disebabkan oleh bentuk respon tubuh terhadap perubahan kimia yang disebabkan oleh sistem pencernaan.
Mengutip hellosehat, bukan karena kekenyangan, ini 4 penyebab sering mengantuk setelah makan:
1. Pola pencernaan dan hormon pada otak
Untuk dapat menjalankan fungsi organ, tubuh membutuhkan energi. Energi didapatkan dari berbagai makanan yang kita konsumsi. Pada saat setelah makan, tubuh akan memecah zat gizi yang didapatkan dari makanan menjadi glukosa yang kemudian digunakan untuk menjadi energi.
Tubuh akan melepaskan beberapa hormon seperti hormon amilin, glukagon, dan kolesistokinin untuk meningkatkan kadar gula darah, memberikan perasan kenyang dan memproduksi insulin yang dialirkan ke dalam sel untuk menyediakan energi.
Selain itu, otak juga melepaskan hormon serotonon yan menyebabkan rasa kantuk. Makanan yang dikonsumsi juga mempengaruhi produksi melatonin di otak. Kedua hormon inilah yang berperan menyebabkan rasa kantuk setelah makan.
2. Jenis makanan yang dikonsumsi
Beberapa makanan juga ternyata bisa menyebabkan rasa kantuk yang berlebihan seperti daging ayam, ikan, telur, bayam, dan makanan yang mengandung tinddi protein lainnya. Makanan tinggi protein tersebut memiliki asam amino triptofan. Asam amino ini akan digunakan oleh tubuh untuk memproduksi serotoninn yang bertanggung jawab terhadap rasa kantuk.
Baca Juga: Mengantuk Saat Bekerja? Ini Cara Jitu Mengatasinya!
3. Kebiasaan tidur
Setelah makan, tubuh biasanya merasa kenyang dan rileks sehingga muncul perasaan mengantuk. Apalagi malam sebelumnya Anda tidak mendapatkan tidur yang cukup. Untuk mengatasi hal ini jangan tidur siang, perbaiki pola tidur dengan cara tidur lebih cepat dimalam hari.
4. Kondisi kesehatan
Rasa kantuk yang menyerang Anda sesaat setelah makan juga bisa menandakan suatu penyakit tertentu. Jika sering merasa mengantuk setelah makan bisa jadi Anda menderita penyakit seperti penyakit celiac, anemia, intoleransi makanan, sleep aapnea dan kondisi tiroid yuang kurang aktif.
Kantuk setelah makan juga menandakan Anda kekurangan zat gizi dan memnyebabkan tubuh tidak memiliki energi yang cukup untuk beraktivitas sehingga Anda sering merasa mengantuk.
Itulah beberapa hal yang bisa menyebabkan asa kantuk berlebihan setelah makan.
Berita Terkait
-
Sering Ngantuk Saat Riding di Bulan Puasa? Lakukan 3 Hal Simpel Ini Agar Tetap Aman
-
Penyebab Rasa Kantuk Berlebihan dan Cara Mengatasinya
-
Ngantuk Saat Puasa? Ini Jurus Jitu Berkendara Aman di Bulan Ramadan
-
Tips Mencegah Rasa Kantuk Saat Berkendara
-
Jalan Panjang Bikin Ngantuk? Hindari Kecelakaan Maut dengan Tips Mengemudi Aman Ini
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Hampir 10 Tahun Terpisah, BRI Wujudkan Momen Haru Yuni Bertemu Sang Ibu di Taiwan
-
BRImo Taiwan Resmi Hadir, BRI Perkuat Layanan Perbankan bagi PMI dan Diaspora
-
BRI Group Borong Enam Penghargaan Finance Asia, dari Best CEO hingga Best Bank
-
Pengguna Qlola Tembus 99 Ribu, BRI Perkuat Platform Digital bagi Nasabah Bisnis
-
BRI Perkuat Ekosistem Emas, Dari Inklusi Keuangan Hingga Akumulasi Aset