SuaraBatam.id - Masih ada yang beranggapan bahwa telapak tangan yang sering basah atau berkeringan dikaitkan dengan penyakit jantung.
Tangan berkeringat tidak selalu berarti ada penyakit jantung. Pasalnya, ada beberapa macam penyakit dan kondisi medis lain yang gejalanya juga berupa keringat di telapak tangan.
Penyakit jantung sendiri merupakan sebutan untuk sekelompok gangguan medis yang memengaruhi jantung, mulai dari serangan jantung hingga jantung koroner. Tergantung pada apa jenis penyakitnya, bisa saja telapak tangan yang basah merupakan bagian dari gejala penyakit jantung.
Apabila telapak tangan yang berkeringat diikuti dengan gejala-gejala di bawah ini, kemungkinan fenomena tersebut adalah pertanda penyakit jantung: nyeri dada, mual, sesak napas, jantung berdebar-debar, perubahan warna kulit (kebiruan atau pucat), kelelahan setelah melakukan aktivitas fisik, dan bengkak di kaki, perut, atau pergelangan kaki.
Ketika jantung bermasalah, kinerjanya dalam menyuplai darah di dalam tubuh akan menurun. Ini menyebabkan tubuh beradaptasi agar jantung bekerja lebih keras sehingga muncul keringat berlebih. Jika Anda mengalami masalah tangan sering berkeringat dan muncul gejala-gejala di atas, jangan tunda waktu untuk periksa ke dokter.
Selain penyakit jantung, ada beberapa penyakit lain yang berhubungan dengan telapak tangan basah adalah diabetes atau penyakit kencing manis. Tidak sedikit penderita diabetes yang mengalami gejala tangan berkeringat. Hal ini dikarenakan adanya gangguan pada saraf di kelenjar keringatnya akibat diabetes. Tak hanya itu, konsumsi obat-obatan diabetes yang menurunkan gula darah secara drastis juga bisa menjadi penyebab tangan berkeringat.
Tangan berkeringat tidak selalu berarti penyakit jantung, namun bisa jadi terdapat gangguan pada kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid adalah organ yang memiliki peran memproduksi hormon tiroid. Apabila kelenjar tersebut bermasalah, keringat yang dihasilkan tubuh akan meningkat sehingga telapak tangan pun basah.
Seseorang yang mengalami stres atau kecemasan berlebih juga bisa mengalami gejala tangan berkeringat. Ketika sedang dilanda stres, secara otomatis tubuh akan menganggap emosi tersebut sebagai ancaman. Akibatnya, kelenjar keringat akan terpicu untuk menghasilkan keringat berlebih.
Baca Juga: Wartawan di Batam Dicekik dan Dipiting, Saat Kunjungan Menhub Budi Karya
Berita Terkait
-
Rekomendasi Minuman Sehat untuk Kontrol Diabetes, Ini Perbandingan Dianesia, Mganik dan Flimeal
-
Heartology Cetak Sejarah: Operasi Jantung Kompleks Tanpa Belah Dada Pertama di Indonesia
-
Pola Hidup Sehat Dimulai dari Sarapan: Mengapa DIANESIA Baik untuk Gula Darah?
-
Terobosan Baru Pengobatan Diabetes di Indonesia: Insulin 'Ajaib' yang Minim Risiko Gula Darah Rendah
-
Kolesterol Jahat Masih Tinggi, 80 Persen Pasien Jantung Gagal Capai Target LDL-C
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Kapal di Karimun Diamankan, Ternyata Bawa Narkoba dan Kayu Tanpa Dokumen
-
Wakil Kepala BGN Ingatkan Pihak Terkait MBG Bekerja Sama dengan Baik
-
BGN Minta Mitra dan Yayasan Peduli Terhadap Siswa-siswi Penerima Manfaat
-
Pejabat Utama dan Kapolres di Polda Kepri Dimutasi, Berikut Namanya
-
Anggota Polisi di Kepri Jalani Sidang Etik usai Diduga Aniaya Pacar