SuaraBatam.id - Para peneliti dari US National Institutes of Health (NIH) mengklaim berhasil mengisolasi satu set nanobodi yang memiliki potensi besar melawan virus corona varian baru.
Antibodi atau Nanobodi ini mampu mencegah infeksi dan mendeteksi partikel virus dengan mencengkeram spike protein virus SARS-CoV-2.
Disampaikan dalam jurnal Scientific Reports, nanobodi yang diberi nama NIH-CoVnb-112 itu memiliki potensi untuk bekerja dengan baik, meski dalam bentuk bentuk cair ataupun aerosol, yang menunjukkan bahwa ia dapat tetap efektif setelah terhirup.
Melansir dari Batamnews, pada Jumat (6/8/2021) nanobodi merupakan antibodi khusus yang diproduksi secara alami oleh sistem kekebalan hewan jenis unta, mencakup llama dan alpaca.
Antibodi ini berukuran sangat kecil, sekitar sepersepuluh berat kebanyakan antibodi manusia.
Nanobodi diklaim lebih stabil, lebih murah untuk diproduksi, dan lebih mudah direkayasa dibandingkan antibodi biasa, para peneliti kini mulai menggunakannya untuk penelitian medis.
"Sejak pandemi melanda, beberapa peneliti telah menghasilkan nanobodi llama untuk melawan spike protein SARS-CoV-2 yang mungkin efektif untuk mencegah infeksi. Dalam studi saat ini, para peneliti menggunakan strategi yang sedikit berbeda untuk menemukan nanobodi yang mungkin bekerja dengan sangat baik," tulis NIH.
Spike protein memiliki peran besar dalam infeksi virus corona. Bagian ini memberi akses infeksi saat mengikat protein manusia yang disebut reseptor ACE2 pada permukaan sel.
Dalam penelitian ini, para ilmuwan NIH mengembangkan metode yang mengisolasi nanobodi yang bisa memblokir infeksi dengan menutupi bagian dari spike protein yang mengikat dan membuka reseptor ACE2.
Baca Juga: Beredar Video Haikal Hassan Imbau Pasien Corona Puasa 18 Jam: Jangan Kasih Makan Itu Virus
Berita Terkait
-
Riset Terbaru Klaim Anak-anak Bisa Lebih Cepat Pulih Dari Gejala Covid-19
-
Minum Obat Jerawat saat Terinfeksi Varian Delta, Bibir Wanita Ini Menghitam!
-
Bisakah Orang yang Sudah Vaksin Alami Long Covid-19? Ini Kata Peneliti!
-
Virus Corona Covid-19 vs RSV, Kenali Perbedaan Gejalanya!
-
Ahli: Varian Virus Corona Covid-19 Bisa 600 Kali Lipat Lebih Menular!
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Lantik 311 Pejabat Pemkot Batam, Amsakar Ingatkan Tak Ada Pungli dan ASN Malas
-
BRI Percepat BRIvolution Reignite untuk Tingkatkan Daya Saing dan Kontribusi Ekonomi Nasional
-
Gelapkan Dana Siswa Ratusan Juta, Kepala SMA di Kepri Ditangkap
-
Kinerja Penyaluran KUR Perumahan BRI Tuai Apresiasi, Perkuat Program 3 Juta Rumah Pemerintah
-
Oknum Guru SD di Bintan Timur Ditangkap, Tiga Tahun Peras 10 Anak Didiknya