SuaraBatam.id - Seorang bocah berusia 7 tahun meninggal dunia setelah sempat mengalami koma selama 70 hari. Ia koma usai dibanting oleh pelatih judo dan rekannya sebanyak 27 kali di sebuah pusat pelatihan bela diri judo.
Melansir dari reportasi yang dihimpun Batamnews --jaringan Suara.com, bocah itu mengalami koma usai menderita pendarahan otak setelah dibanting berkali-kali oleh rekan dan pelatihnya.
Dengan berat hati, orang tua bocah tersebut meminta rumah sakit mencabut bantuan hidup yang dipasangkan di tubuh bocah itu selama 70 hari perawatan.
Permintaan itu akhirnya dikabulkan oleh dokter Rumah Sakit Fengyuan setelah menyampaikan anak tersebut kondisinya terus memburuk pada Selasa (29/6/2021) malam. Ia dikabarkan meninggal dunia tidak lama setelah bantuan hidup dicabut.
Berdasarkan berita lokal Taipei Times menyebutkan pelatih judo berusia 60 tahun telah didakwa melakukan serangan fisik yang menyebabkan cedera serius.
Mirisnya, sang pelatih yang menyebabkan anak itu tewas kini dibebaskan dengan jaminan 100 ribu dolar Taiwan atau sekira Rp50 jutaan.
Berita Terkait
-
Bocah yang Dibanting 27 Kali saat Berlatih Judo Ini Akhirnya Meninggal Dunia
-
Viral Momen Dokter Beritahu Pasien Tumor Otak, Tak Kuat Tahan Air Mata
-
Dipaksa Latihan Judo, Bocah 7 Tahun Koma Setelah Dibanting 20 Kali
-
Pelatih Judo Deni Zulfendri Wafat, Ini Deretan Prestasinya
-
Aniaya Perawat, Heboh Akun Diduga Ibu Pasien RS Siloam Bela Diri di Medsos
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Juicy Luicy Klarifikasi soal Bagasi: Batal Tampil di Batam, Singgung Penyelenggara
-
Perkuat Layanan Digital Diaspora, BRImo Taiwan Sabet Apresiasi di IDX Anugerah Inovasi 2026
-
Jalan Berlumpur Tak Jadi Halangan, Kepala Unit BRI Sigambal Bantu UMKM Naik Kelas
-
BRI Siap Dukung Prabowo Perluas Kepemilikan Rekening, Inklusi Keuangan Jadi Fokus
-
Kasus ISPA di Batam Meningkat Efek Kabut Asap Karhutla