SuaraBatam.id - Dugaan pelecehaan seksual terhadap dua mahasiswi oleh oknum pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) kampus Politeknik Negeri Batam diungkap oleh LPM Paradigma.
Dikatakan oleh Direktur Politeknik Negeri Batam, Uuf Brajawidagda, saat ini pihaknya sudah mengambil sejumlah langkah terkait kejadian yang dia sebut terjadi di luar lingkungan kampus itu.
"Meski demikian, hal ini tetap menjadi atensi serius dan kami tidak menolerir," kata Uuf saat dikonfirmasi Batamnews, Senin (28/6/2021).
Dalam menangani kasus ini, Uuf menyampaikan pihak kampus mengedepankan asas proporsional, baik terhadap terduga korban dan terduga pelaku.
Selain itu, kampus juga melibatkan pihak-pihak berkompeten dalam penanganan kasus ini, seperti Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kepulauan Riau dan Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Kepulauan Riau.
"Dari dugaan kasus ini, kami juga akan menyiapkan SOP penanganan kekerasan seksual. Ini penting sebagai antisipasi ke depan," kata Uuf.
Disinggung mengenai sikap BEM Politeknik Negeri Batam yang mengeluarkan pernyataan resmi terkait dengan peristiwa itu, Uuf mengaku tak mempermasalahkan.
"Sikap BEM itu merupakan daya kritis dan rasa memiliki terhadap kampus yang harus dihargai," ujar dia.
Diberitakan sebelumnya, kasus ini terbongkar usai adanya aduan yang diterima Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Poltek, Senin (5/4/2021) lalu. Seorang saksi teman dekat korban melaporkan ke BEM.
Baca Juga: Wabah Corona Makin Parah, Kota Batam Kekurangan Vaksinator
Oknum pengurus BEM, berinisial AB dilaporkan karena melakukan pelecehan seksual mulai menyentuh hingga pelecehan verbal mengajak berhubungan seksual kepada salah seorang mahasiswi.
Bahkan, pelaku tak segan meminta video call sex (vcs) melalui aplikasi Whatsapp. Korban lainnya juga pernah dimintai video call sambil menunjukkan bagian sensitif. Kejadian ini sejak Januari 2021.
Seorang narahubung di BEM Poltek Batam menyebut pihaknya membentuk tim khusus terkait laporan kasus ini. Pihak BEM berhasil mengumpulkan jejak digital berupa chat history.
"Tidak hanya itu, kami juga menemukan adanya dugaan bahwa pelaku ini juga pernah meminta satu korban lain yang juga dilecehkan secara seksual dan terjadi di pertengahan tahun 2020, pada saat kegiatan mahasiswa Polibatam," lanjutnya.
Setelah i mengumpulkan bukti dari tiga mahasiswi tersebut, pihak Presma dan BEM kemudian melakukan pertemuan dan menghadirkan AB. AB sempat mengelak ketika dikonfrontir hal ini. Kendati ia tak menampik bukti percakapan itu.
Pelaku AB menyatakan bahwa kontak fisik tersebut berdasarkan suka sama suka. AB juga mengaku jika korbannya termasuk mahasiswi 'bukan baik-baik' sehingga ia berani bicara dan chat seperti itu.
Berita Terkait
-
Pasien Covid-19 Kepri Ditolak RS sebelum Meninggal, Manajemen Buka Suara
-
Batam Kekurangan Vaksinator, Nakes Pendaftar Hanya Sedikit Meski Gaji Dinaikkan
-
Pelecehan Seksual Mahasiswi Polibatam, Pengurus BEM Ajak VCS Minta Foto Bagian Sensitif
-
Resmi! Nikita Mirzani Pro Korban Pelecehan Seksual Gofar Hilman: Gue Bisa Rasakan Trauma
-
Nikita Mirzani Sarankan Gofar Hilman dan Korban Pelecehan Bertemu
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba
-
BRI Raih The Finance Golden Star Award 2026, Perkuat Transformasi Digital dan Pemberdayaan UMKM
-
Diduga Habisi Nyawa Karyawati di Batam, Tetangga Kos Ditembak
-
Pria Tetangga Kos Diduga Terlibat Kematian Karyawati di Batam, Motif Masih Misteri
-
Bau Tak Sedap dari Kamar Kos, Berujung Penemuan Jasad Karyawati di Batam