SuaraBatam.id - Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman turut menyoroti 18 staf khusus Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad yang menurutnya terlalu gemuk.
"Untuk Provinsi Kepri. Saya kritisi buat apa Pak Gubernur mengangkat staf khusus sebanyak itu," kata Boyamin, saat dihubungi dari Tanjungpinang, Minggu (30/5/2021).
Ia lantas memberi saran agar sebaiknya jumlah staf khusus maksimal 2 orang saja ditambah tenaga ahli dua orang.
Hal ini lantaran saat ini sudah ada sekda, kepala OPD, kepala biro, hingga pejabat eselon III dan IV yang sehari-hari sudah membantu tugas gubernur. Sementara tugas staf khusus, katanya, hanya bersifat melakukan kajian atau pengawasan.
"Misalnya, Pak Gubernur cukup menunjuk staf khusus di bidang perekonomian dan pemerintahan," ujarnya lagi.
Boyamin juga menilai penunjukan 18 staf khusus tersebut sarat muatan politis.
Orang-orang yang diberikan jabatan itu rata-rata berperan besar mengantarkan Ansar Ahmad dan Marlin Agustina dalam memenangkan kontestasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri pada Pilkada Serentak 2020.
"Istilahnya tim sukses Ansar-Marlin. Penunjukan mereka semacam politik balas budi saja," ujar Boyamin.
Di bawah kepemimpinan Ansar-Marlin telah ditunjuk 18 orang staf khusus. 12 orang di antaranya dari lingkungan Provinsi Kepri, sedangkan dua orang lainnya berdomisili di Jakarta.
Baca Juga: Staf Khusus Nurdin Abdullah Dinonaktifkan, Lihat Gajinya Sangat Fantastis
Mereka memiliki latar belakang profesi yang berbeda, mulai dari politisi, mantan pejabat, dosen, serta penggiat media sosial.
Berita Terkait
-
Mantan Napi Korupsi Jadi Stafsus Gubernur Kepri, KPK Beri Tanggapan Menohok
-
BPK Didesak Segera Setor Hasil Audit Kasus Mega Korupsi Asabri ke Kejagung
-
51 Pegawai KPK Tak Lulus TWK Dipecat, MAKI Bakal Ajukan Judicial Review ke MK
-
Stafsus Protes: Masa Gaji Cuma 9 Juta? Basyaruddin Idris Beri Klarifikasi
-
Isu Ada Stafsus Kepri Kecewa Gaji Terlalu Kecil, Begini Kebenarannya
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
PLN Batam Diapresiasi atas Respons Cepat, BP Batam Turun Langsung Dampingi Dunia Usaha
-
Viral Blackout Batam Selama 3 Hari Disengaja, PLN Buka Suara
-
Batam Blackout: Penyebab Diduga Hewan Liar Masuk Gardu, PLN Siapkan Kompensasi
-
Pemadaman Listrik Total, Harga Kamar Hotel di Batam Tembus Rp34 Juta per Malam
-
Batam Blackout, Baru Sejumlah Wilayah Menyala Setelah 14 Jam Tanpa Listrik