SuaraBatam.id - Kebijakan Pemprov Kepri yang mengizinkan warganya untuk mudik atau pulang kampung di dalam provinsi terancam menyusul terjadinya lonjakan kasus positif COVID-19 dalam beberapa pekan terakhir.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengaku akan mengevaluasi kembali kebijakan tersebut bersama Satgas COVID-19, FKPD dan sejumlah pihak.
"Selasa (4/5) kami akan gelar rapat. Hasilnya nanti, kita sampaikan kepada masyarakat," kata Ansar di Tanjungpinang, Kamis (29/4/2021).
Terlebih, ia menyebut, lonjakan kasus virus corona di Kepri mendapatkan sorotan Presiden RI, Joko Widodo bersama dengan Sumatera Selatan, Aceh, Lampung, Jambi, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Riau dan Bengkulu.
"Iya memang betul, tapi Kepri kan peringkat kenaikan kasusnya terbawah dari beberapa daerah itu," ujar Ansar.
Meski demikian, ia menegaskan, akan berusaha keras menekan laju penularan corona dengan mengoptimalkan 3T atau tindakan melakukan tes COVID-19 (testing), penelusuran kontak erat (tracing), dan tindak lanjut berupa perawatan pada pasien COVID-19 (treatment).
Ia juga menyebut, meningkatnya angka COVID-19 di wilayah setempat, salah satunya dipicu klaster pekerja migran Indonesia (PMI) yang pulang dari Malaysia melalui pelabuhan di Kepri.
"Makanya, kita minta ke pusat pemulangan PMI jangan hanya dari Kepri. Bisa juga dari Riau atau Medan," ujarnya. [Antara]
Ia juga memperingatkan warga agar tidak terlena dan tetap memperketat protokol kesehatan, mulai dari memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
Baca Juga: Soal Larangan Mudik Lokal, Wagub Sumbar Belum Bisa Jawab
Hal ini lantaran belakangan masyarakat makin abai protokol kesehatan, terutama di tempat-tempat umum. Kondisi ini juga menyebabkan jumlah kasus COVID-19 makin meningkat.
"Protokol kesehatan jadi kunci utama mencegah penyebaran COVID-19," ungkap Ansar.
Berdasarkan data Satgas COVID-19 Kepri hingga hari ini jumlah kasus positif di daerah itu sudah mencapai 11.060 orang atau bertambah 118 orang dengan rincian kasus aktif 1.103 orang, sembuh 9.696 orang, dan meninggal 261 orang.
Berita Terkait
-
Sekda Kota Cirebon Kritik Pemerintah Pusat Terkait Kebijakan Mudik Lokal
-
Kabar Realisasi Pemutihan Pajak Kendaraan di Kepri, Ini Kata Gubernur
-
Kasus Covid-19 di Kepri Naik Signifikan, Jokowi Beri Peringatan
-
Pasien Covid-19 Kepri Bertambah Seratusan Orang, Paling Tinggi di Batam
-
Pemprov Kepri Izinkan Mudik Lokal, Dishub Bakal Tambah Armada Kapal
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
KPK Ingatkan Pejabat Kepri Hindari Flexing, Gaya Hidup Mewah Bisa Picu Korupsi
-
AKBP Netty Siagian Mundur dari Polri: Menyakitkan Bertahan dalam Tatanan Tak Lagi Sejalan
-
Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba
-
BRI Raih The Finance Golden Star Award 2026, Perkuat Transformasi Digital dan Pemberdayaan UMKM
-
Diduga Habisi Nyawa Karyawati di Batam, Tetangga Kos Ditembak