SuaraBatam.id - Pasangan tak resmi yang nekat aborsi di Karimun, Raihan dan Pitasari mengaku malu dan belum siap jadi orang tua. Tak hanya itu, sebelum melakukan aborsi dengan obat-obatan, mereka sempat memaksakan makan nanas muda untuk menggugurkan kandungan.
Hal itu terkuak dari reka adegan (rekonstruksi) yang digelar oleh Satreskrim Polres Karimun dan Kejaksaan di lokasi kejadian di Kecamatan Tebing, Karimun, Selasa (27/4/2021).
Ada 20 reka adegan yang diperagakan. Diawali adegan hubungan terlarang mereka disebuah bangunan kosong tidak jauh dari rumah Pitasari.
"Ada sebanyak 20 reka adegan yang dilakukan, ini guna mencocokan keterangan untuk dapat lanjut ke persidangan," kata Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Arsyad Riandi.
Keduanya lantas menyadari Pitasari hamil usai memeriksa dengan tes kehamilan. Menyadari hal itu, Raihan lantas kaget dan berniat untuk menggugurkan kandungan tersebut.
Raihan mengaku belum siap dan malu sehingga nekat meminta pasangannya menggugurkan kandungannya.
"Alasannya karena tidak mau keluarganya malu, serta belum siap untuk menikah," ucap Kasat, melansir Batamnews (jaringan Suara.com).
Raihan kemudian memborong nanas muda yang akan digunakan untuk menggugurkan kandungan. Namun, akan tetapi nanas muda yang dikonsumsi tidak berpengaruh, dan kehamilan Pitasari kian membesar.
"Nanas muda tidak berpengaruh pada kehamilan," ucapnya.
Baca Juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Karimun Masuk Zona Kuning
Perut yang tengah mengandung itu kian membesar. Sehingga Raihan mencari obat secara online, itu dilakukan pada 9 Januari 2021.
Meski demikian, obat yang dibeli Raihan ternyata tidak diminum Pitasari sehingga pada 16 Maret 2021 lalu, Raihan Kembali memesan obat secara online.
"Jadi, dia ini dua kali membeli obat, yang pertama tidak berhasil karena tidak diminum. Dan yang kedua baru dikonsumsi," ucapnya.
Usai diminum, bayi yang baru berusia 6-7 bulan itu, keluar dari rahim secara paksa dan menyebabkan bayi tersebut meninggal dunia.
Di adegan selanjutnya, merupakan adegan Raihan yang berusaha untuk mengubur bayi tersebut. Bahkan, bayi tersebut dua kali dipindahkan untuk dikuburkan.
Ia sempat mngubur bayi itu di belakang rumah Pita. Sebelum akhirnya dipindahkan ke semak-semak belakang Musala tidak jauh dari rumah.
Berita Terkait
-
Aunur Rafiq-Anwar Hasyim Pimpin Karimun Lagi, Ansar Ingatkan Janji Politik
-
Pemkab Karimun Ternyata Masih Utang 400 Paket Proyek Senilai Rp55 Milyar
-
Suzuki Sukses Dongkrak Ekspor di Tengah Pandemi Covid-19
-
Nelayan Karimun Diperingatkan Hati-hati Melaut Ada Hujan Badai
-
Hawaii Kini Perbolehkan Perawat Untuk Lakukan Aborsi
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
Terkini
-
Bertransformasi Positif, Desa BRILiaN Tompobulu Mampu Jadi Sumber Ekonomi Rakyat
-
Waspada El Nino, Natuna Tanggap Darurat Bencana Cuaca Ekstrem
-
Desa Empang Baru Tumbuh Dinamis Lewat Ragam Usaha dan Kolaborasi Warga
-
Dari Desa Biasa ke Desa Cerdas, Kisah Sukses Banyuanyar Bangun Ekonomi Mandiri Bersama BRI
-
BRI Gandeng GoPay, Tarik Tunai Kini Bisa Tanpa Kartu di 19.000 ATM