SuaraBatam.id - Isu Reshuffle yang terus berhembus memunculkan kabar baru. Terkini, sebuah kabar yang menyebut anggota Kabinet Indonesia Maju berinisial M disebut bakal kena reshuffle.
Menanggapi isu yang berkembang, Doktor Politik Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam menilai Moeldoko jadi sosok yang paling disorot publik.
"Jika melihat tren yang ada, memang kemungkinan besar Moeldoko," kata Umam, Jumat (16/4/2021).
Ia juga menyebut, kecilkemungkinan inisial M yang dimaksud adalah Mahfud MD karena kinerjanya dinilai baik dan mampu merepresentasikan sikap pemerintah.
"Kinerja Pak Mahfud tergolong yang baik. Mahfud mampu merepresentasikan sikap pemerintah dalam memenangkan berbagai perdebatan kebijakan publik, utamanya terkait sektor polhukam. Jadi tidak ada urgensi untuk mengganti Mahfud," ujarnya.
"Jika ada yang berusaha mendorong Mahfud digeser, besar kemungkinan itu berasal dari kekuatan oligarki, utamanya terkait keberaniannya untuk mendesak gugatan perdata kasus BLBI (Rp101 triliun), di saat KPK justru men-SP3-kan tersangka kelas kakap di kasus BLBI," sambung dia, melansir Batamnews (jaringan Suara.com).
Sedangkan untuk Muhadjir Effensi, Umam menyebut sosok yang satu ini memang kurang mencolok dan jauh dari kontroversi. Muhadjir juga merepresentasikan Muhammadiyah.
Namun, bisa jadi, Muhadjir digeser menjadi Kemendikbud-Ristek karena Muhammadiyah diketahui mengincar posisi Mendikbud dari nama Abdul Mu'ti yang muncul menggantikan Nadiem Makarim.
Terkait Menteri pendidikan, Ia beropini, Nadiem Makarim memang layak diganti karena kerap membuat kontroversi.
Baca Juga: Ini Potensi PAN Masuk Koalisi saat Perombakan Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin
"Adapun Nadiem, memang layak diganti. Nadiem bukanlah sosok yang paham pendidikan, sehingga muncul sejumlah kontroversi di internal Kemendikbud, mulai penunjukan dirjen mantan kepala sekolah SMA dan kepala dinas Jateng yang disinyalir titipan politikus dari Jawa Tengah," ujarnya.
"Internal Kemendikbud hingga kontroversi bantuan hibah dana Dikti yang diduga melibatkan lembaga yayasan milik pengusaha-pengusaha besar, bukannya memberdayakan yang lemah tapi justru memanjakan yang sudah kuat," lanjut Umam.
"Namun terlepas dari itu, memang inisial M lebih dekat dengan nama Moeldoko. Mungkin saja Presiden Jokowi akan berikan penugasan lain,"ungkap dia.
Beberapa saat lalu, bocoran inisial M sendiri datang dari salah satu anggota koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin, yaitu PKB. Elite PKB, Luqman Hakim, menyebut memberikan informasi inisial anggota kabinet yang akan di-reshuffle Presiden Joko Widodo.
Berita Terkait
-
Disinggung Jokowi, Pemerintah Kaji Kemungkinan Liga 1 Dihadiri Penonton
-
Isu Reshuffle Pekan Ini, Stafsus: Sepenuhnya Hak Prerogratif Jokowi
-
Meski Jokowi Cuek, PAN Pilih Sabar Tunggu Momen Masuk Kabinet
-
Profil Eddy Soeparno: Sekjen PAN Disebut Berpeluang jadi Menteri Jokowi
-
Ini Potensi PAN Masuk Koalisi saat Perombakan Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin
Terpopuler
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
Terkini
-
5 Mobil Kecil Bekas Murah, Hemat Biaya Operasional buat Pemula
-
Realisasi Investasi Batam Capai Rp69 T di 2025, Singapura Jadi Sumber Utama
-
Ekspedisi Jakarta Batam Terpercaya & Efisien | Harddies Cargo
-
Beasiswa untuk 1.100 Mahasiswa 7 Kampus Negeri Ternama, Batam Jadi Tujuan Belajar
-
Kapal di Karimun Diamankan, Ternyata Bawa Narkoba dan Kayu Tanpa Dokumen