SuaraBatam.id - Langkah Moeldoko mengkudeta Partai Demokrat pimpinan AHY melalui Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang dianggap Gatot Nurmantyo tak mencerminkan etika moral dan kehormatan prajurit TNI.
Terkait kisurh Partai Demokrat, Gatot mengimbau agar masyarakat purnawirawan TNI beserta keluarganya untuk jernih dalam menyikapi polemik politik tersebut.
Ia juga menyinggung perihal moral bagi seorang prajurit TNI. Menurutnya, moral prajurit memiliki kaitan erat dengan mentalnya gar tetap berani, semangat, sungguh-sungguh, pantang menyerah, tabah dan sabar dalam melaksanakan tugas.
“Sangat penting menjaga moral prajurit dalam situasi perang atau damai,” ujar Gatot dalam perbincangan dengan Bang Arief dalam kanal Youtube Bang Arief, dikutip Rabu (17/3/2021).
Melansir Hops.id, Gatot secara gamblang mengaku belum percaya tindakan yang diambil seniornya di militer tersebut dalam KLB Demokrat. Ia bahkan mengaku tidak percaya dengan pengambilalihan tersebut.
“Beliau adalah senior saya di Akademi Militer. Berarti beliau tentu ikut membentuk saya, senior ikut andil ke junior. Juga beliau peraih Adhi Makayasa, dan saya pernah jadi anak buahnya. Waktu beliau KASAD, Panglima TNI saya anak buahnya. Dengan seluruh atribut beliau, hingga saat mantan panglima itu ikut KLB dan menerima sebagai ketua umum, sangat susah saya menduga bahwa yang bersangkutan melakukan tindakan pada 5 Maret itu,” ujar Gatot.
Lebih jauh, Gatot secara tegas tidak ingin ikut campur dalam kisruh yang terjadi di dalam Partai Demokrat tersebut.
“Tapi saya ingin menggarisbawahi apa yang beliau lakukan sama sekali tidak mencerminkan kualitas etika moral kehormatan yang dimiliki seorang prajurit. Apa yang dilakukan bukan representasi dari kualitas etika moral dan kehormatan prajurit TNI. Ingat ini, bukan representasi. Kekhususan saja hanya beliau,” katanya.
Hal itu ia sampaikan, karena ia khawatir masyarakat melihat langkah Moeldoko sebagai salah satu 'orang militer'. Ua tidak ingin manuver Moeldoko merusak citra TNI di masyarakat.
Baca Juga: Dituding Sebar Hoaks, Moeldoko Dilaporkan ke Bareskrim Polri
“Saya mencegah terjadinya karena nilai setitik rusak susu sebelanga. Karena adanya perilaku vulgar dan terbuka yang melewati batas etika moral dan kehormatan yang dilakukan mantan prajurit TNI, semua atau prajurit dan purn TNI dianggap memiliki karakter dan perilaku yang melewati batas. Itu jangan sampai kondisi moral prajurit ini menjadi terdegradasi karena tindakan seorang mantan panglima TNI,” katanya.
Berita Terkait
-
Dipolisikan Kasus Hoaks, Pelapor Minta Bareskrim Berani Periksa Moeldoko
-
Moeldoko Dilaporkan ke Bareskrim, Pendiri PD: Tak Ada Hoaks yang Dilakukan
-
Moeldoko Dipolisikan, Demokrat Hasil KLB: SBY Pendiri Partai Jelas Bohong
-
Gatot Nurmantyo: Moeldoko Tak Cerminkan Kualitas, Etika, dan Moral Prajurit
-
Dituding Sebar Hoaks, Moeldoko Dilaporkan ke Bareskrim Polri
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
-
4 HP Snapdragon Paling Murah Terbaru 2025 Mulai Harga 2 Jutaan, Cocok untuk Daily Driver
Terkini
-
Kapal di Karimun Diamankan, Ternyata Bawa Narkoba dan Kayu Tanpa Dokumen
-
Wakil Kepala BGN Ingatkan Pihak Terkait MBG Bekerja Sama dengan Baik
-
BGN Minta Mitra dan Yayasan Peduli Terhadap Siswa-siswi Penerima Manfaat
-
Pejabat Utama dan Kapolres di Polda Kepri Dimutasi, Berikut Namanya
-
Anggota Polisi di Kepri Jalani Sidang Etik usai Diduga Aniaya Pacar