SuaraBatam.id - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad mengelar pertemuan dengan Kepala Balai Kementerian PUPR.
Pertemuan ini untuk mendengarkan usulan yang dimiliki dan mungkin sudah tersusun, serta menjadi bahan perencanaan pembangunan di Kepri, tapi masih ada hambatan dan kendala.
"Saya akan selalu turun tangan mengatasi hambatan yang menghambat dan untuk itu saya akan berkomunikasi langsung terkait permasalahan yang bisa diselesaikan," kata Ansar dilansir laman Batamnews, Selasa (9/3/2021).
Menurutnya, beberapa prioritas yang menjadi solusi dari permasalahan infrastruktur di Kepri harus segera dicarikan solusinya.
Prioritas pertama saat ini, yakni memulai dari titik tolak usaha penyelesaian banjir di Kepri yang kemarin terjadi, dengan merevitalisasikan beberapa objek vital.
"Kita juga akan meneruskan program penyediaan air bersih, kemudian akan merancang program revitalisasi rumah-rumah tidak layak huni masyarakat, dan pengembangan jalan-jalan nasional kita yang lebih kecil dibanding provinsi lainnya," ujar Ansar.
Ansar juga mengungkapkan bahwa masih ada peluang bagi Pemprov Kepri, melakukan pendekatan-pendekatan ke Pemerintah Pusat guna memastikan prioritas-prioritas tadi segera terealisasikan.
Dirinya mendorong agar seluruh Kabupaten dan Kota di Provinsi Kepri, mengomunikasikan apa yang menjadi kendala di daerah kepada Pemerintah Provinsi untuk disampaikan langsung ke Pemerintah Pusat.
“Tugas kita adalah dimana terjadi hambatan-hambatan harus diselesaikan dan ini harus diseriuskan. Karena APBD kita kan terbatas, maka apabila kita sukses menyelesaikan semuanya akan menjadi referensi bagi kita untuk menambah peluang itu," dia menambahkan.
Baca Juga: Tegas! Ketua DPD Demokrat Kepri Dipecat Gegara Hadiri KLB di Deli Serdang
Gubernur juga menekankan bahwa izin-izin merupakan salah satu kelengkapan yang harus dipenuhi dan diperhatikan oleh Kabupaten/Kota, terutama yang terkait dengan revitalisasi cagar budaya.
“Karena cagar budaya adalah objek sejarah yang istimewa yang juga sangat rentan dan jangan sampai merusak dari keindahan cagar budaya tersebut,” harapnya.
Ia juga memberikan perhatian khusus soal jalan-jalan nasional di Kepri yang masih sangat pendek.
Menurutnya, UU yang mengatur tentang jalan nasional di Indonesia mengibaratkan negara ini sebagai negara kontinental, sangat sulit untuk diaplikasikan di daerah dengan kondisi geografis kepulauan seperti di Kepri.
“Kita kan terasnya negara, kenapa jalan-jalan nasional kita masih sangat pendek. Terkait peralihan status jalan-jalan yang ada di Kepri ini harus kita beri perhatian juga,” ucap Ansar.
Berita Terkait
-
Ahli Waris Gugat Anggota DPRD Kepri Rocky Marcio ke PN Karimun
-
Unik, Ansar Ahmad dan Marlin Agustina Jalani Proses Tepuk Telung Tawar
-
Gegara Puntung Rokok, Hutan dan Lahan Seluas 3.000 Meter Terbakar
-
Jadi Gubernur Kepri Ansar Ahmad Permudah Masuk Investasi
-
Pura-pura Jadi TKI, Penyelundup Sabu dari Malaysia Ditangkap
Terpopuler
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- 7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Dana Rp12 Miliar untuk Menata Taman Gurindam 12 Tanjungpinang
-
Viral Data SPMB Batam Diduga Bocor, 1.495 Dokumen Pribadi Tersebar
-
Batam Siapkan Aturan Pembatasan Gadget bagi Anak-anak
-
Mahasiswa di Batam Gelar Demo Besok, Kritik MBG hingga Kenaikan BBM
-
Pria Bejat Cabuli Anak Disabilitas di Penginapan Batam Dibekuk