SuaraBatam.id - Sebanyak 53 SMP di Kota Batam akan dibuka. Puluhan sekolah itu sudah memenuhi rekomendasi untuk proses belajar tatap muka.
Rekomendasi itu disahkan Dinas Pendidikan setempat. Dari 53 SMP sederajat yang mengantongi rekomendasi belajar tatap muka itu, terdiri dari 26 sekolah neeri dan 27 swasta.
"Sebanyak 53 SMP yang sudah memenuhi syarat, artinya persyaratan sudah lengkap. Jadi dalam pekan ini mereka sudah bisa melaksanakan proses belajar tatap muka," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan di Batam, Rabu (24/2/2021).
Dinas Pendidikan menerima 80 permohonan dari SMP negeri dan swasta untuk menjalankan belajar tatap muka.
Dari 80 sekolah yang mengajukan itu, sebanyak 63 sekolah di antaranya sudah menjalani verifikasi. Dan baru 53 sekolah yang mengantongi rekomendasi.
"Setiap permohonam yang masuk kami verifikasi. Sisanya yang belum itu karena belum sempat. Ini masih jalan untuk verifikasi, nanti kalau sudah memenuhi syarat, nanti kita rekomendasikan lagi, kita keluarkan izin tatap muka," kata dia.
Verifikasi, kata dia melanjutkan, dilakukan oleh tim dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dewan Pendidikan dan Polsek setemoat.
Tim melakukan verifikasi sesuai dengan Surat Kesepakatan Bersama empat menteri, antara lain memperoleh persetujuan dari kepala dan komite sekolah, ketersediaan sanitasi kebersihan, mamou mengakses fasilitas pelayanan kesehatan, tempat cuci tangan, disinfektan, penggunaan masker dan penyediaan alat pengukur suhu tubuh.
Ia mengatakan pihaknya akan terus melakukan pengawasan, memastikan enam ceklis SKB 4 menteri dipatuhi dalam pelaksanaan belajar tatap muka.
Baca Juga: Pelabuhan di Kepri Akan Pesan Genose untuk Deteksi COVID-19 Calon Penumpang
Dan apabila diketahui ada anak didik atau pengajar yang tertular COVID-19, maka pihaknya akan menutup kembali kegiatan belajar tatap muka selama 14 hari.
Ia menegaskan, sekolah tatap muka baru berlaku untuk SMP. Sedangkan SD, TK dan PAUD masih belum boleh.
Dalam kesempatan itu, ia mengatakan pelaksanaan belajar tatap muka di di sekolah-sekolah di pulau relatif lancar.
"Di hinterland aman-aman saja, sudah masuk zona hijau," kata Kepala Dinas. (Antara)
Berita Terkait
-
Sekolah Negeri Didemo Orangtua Murid, Kepala Sekolah Diciduk Polisi Usai Lecehkan Banyak Siswi SMP
-
Nvidia Siapkan Rp80,5 Triliun Beli Lahan di Batam, Buru Bisnis Data Center AI
-
Bukan Sekadar Bahan Bakar, BP Batam dan Pertamina Siapkan Fondasi Industri Aviasi Batam
-
Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah
-
Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Ingin Umrahkan Orang Tua, Pemuda Natuna Jadi Tentara Bayaran Rusia Meninggal
-
Dikabarkan Tewas, Pemuda Natuna Jadi Tentara Bayaran Rusia Dikontrak Rp600 Juta
-
Gegerkan Warga, Siswi SMK di Bintan Ditemukan Meninggal Dalam Kamar
-
Jadi Tentara Bayaran Rusia, Warga Natuna Dikabarkan Tewas Kena Serangan Drone
-
Bantuan Sepeda dari BRI Peduli Antar Mahesa Lebih Dekat dengan Cita-Cita