SuaraBatam.id - Kondisi Terminal Pelabuhan Dompak Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, sangat memprihatinkan. Kondisi bangunan yang menelan anggaran APBN sekitar Rp 121 miliar ini semakin rusak parah.
Saat Batamnews (jaringan Suara.com), mendatangi pelabuhan itu, terlihat ilalang sudah mengakar merayap setiap sisi gedung. Pos penjagaan dipenuhi debu-debu yang mengotori seluruh ruangan.
Tampak dari kejauhan dinding kaca bangunan terminal sudah pecah berserakan di lantai. Di bagian halaman parkir tumbuh subur semak belukar. Sementara lampu penerangan pelabuhan sudah banyak yang copot.
Begitu menatap lebih dekat, maka terlihat cat sudah mengelupas, betonnya yang ditopang besi-besi keropos, atapnya copot, sebagian plafon sudah ambruk dan berserakan di lantai.
Sementara dinding bangunan sudah ada yang retak menunggu ambruk ditiup angin. Di bagian dua dermaga, kini atapnya sudah keropos dan banyak yang copot. Bahkan ponton tempat sandar kapal sudah hanyut dibawa arus.
Tak ada kapal yang merapat di sini, juga tak ada hilir mudik pegawai dan buruh pelabuhan, tempat parkir pun kosong melompong. Beberapa warga hanya memanfaatkan kawasan ini untuk tempat memancing ikan.
"Masyarakat memaaftkan tempat ini untuk memancing, tak tahu bang kapan dibangun lagi, sudah banyak yang rusak," kata Heri petugas KSOP Tanjungpinang saat ditemui di lokasi, Sabtu (20/2/2021).
Heri mengaku sudah hampir tiga tahun ditugaskan untuk berjaga di terminal. Bahkan selama dirinya berjaga sudah beberapa kali menangkap pemuda yang ketahuan mencuri fasilitas pelabuhan.
"Saya kan jaganya pagi sampai sore saja, tak tahu bang kenapa bisa hancur gini, sudah hancur saya jaga kemarin, tapi sekarang sudah banyak yang rusak dan banyak yang hilang," ucapnya.
Baca Juga: Tinjau Pelabuhan Tanjung Carat, Menhub Budi: Presiden Ingin Segera Dibangun
Tak Kunjung Diperbaiki
Dia mengakui, kondisi pelabuhan saat ini rusak parah dan sangat memprihatinkan, karena tidak terjaga dan tidak ada yang mengawasi sejak terhenti pembangunannya sejak 2015 lalu.
Penyelesaian pembangunan Pelabuhan Dompak masih menjadi kewajiban pihak KSOP dan hal itu juga sudah ditegaskan oleh Kementerian Perhubungan.
"Itu hasil komunikasi kita dengan Kemenhub beberapa waktu lalu. Yang mana telah menegaskan bahwa kelanjutan pelabuhan itu masih tanggungjawab KSOP," jelasnya.
Anggota Komisi III DPRD Kepri, Irwansyah mengatakan pihaknya telah memanggil KSOP dan Dishub Kepri terkait nasib pelabuhan ini.
"Dengan hal ini kami tanyakan kepada pihak Kemenhub, apakah pusat mau mengalokasikan kembali anggaran untuk menyelesaikan hingga bisa dioprasikan pelabuhan tersebut," ujarnya, Rabu (8/1/2020).
Berita Terkait
-
Menhub Harap Stakeholders Pelabuhan Bantu Pemulihan Ekonomi Nasional
-
PN Tanjungpinang Resmi Pindah ke Senggarang Pada Senin Besok
-
Jadwal dan Harga Tiket Kapal Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak-Bakauheni
-
Kasus Korupsi Pelabuhan Dompak Kembali Berlanjut, Siapa Saja Pelakunya?
-
Terus Awasi! Begini Perkembangan Korupsi BPHTB Tanjungpinang Rp3,3 Milyar
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
BRI Percepat BRIvolution Reignite untuk Tingkatkan Daya Saing dan Kontribusi Ekonomi Nasional
-
Gelapkan Dana Siswa Ratusan Juta, Kepala SMA di Kepri Ditangkap
-
Kinerja Penyaluran KUR Perumahan BRI Tuai Apresiasi, Perkuat Program 3 Juta Rumah Pemerintah
-
Oknum Guru SD di Bintan Timur Ditangkap, Tiga Tahun Peras 10 Anak Didiknya
-
Transaksi QRIS BRI Melonjak 76%, Dorong Digitalisasi Merchant